Daripada cemas menunggu hasil tes hamil, yuk lakukan lima hal produktif ini.
Butuh waktu setidaknya 2 minggu sejak masa ovulasi untuk menentukan apakah Bunda hamil atau tidak. Bagi pasangan yang tak sabar ingin segera melihat dua garis penentu kehamilan, masa 2 minggu bisa terasa amat lama dan mencekam.
Selama masa penantian tersebut, berbagai perasaan dan pikiran berkecamuk. Ada yang merasa tidak percaya diri, takut, hingga terlalu excited sampai-sampai sibuk memikirkan nama untuk si calon buah hati.
Nah, agar masa penantian hasil tes hamil terasa lebih ringan dan menyenangkan, Bunda bisa lakukan beberapa hal berikut:
Meski persentase peluang kehamilan hanya berada pada kisaran 15-25 persen setiap bulannya, tidak ada salahnya melatih diri untuk membiasakan pola hidup sehat seolah-olah sedang ada makhluk hidup yang tinggal di janin Bunda.
Selagi menunggu waktu yang tepat untuk mengecek kehamilan, Bunda bisa mulai menerapkan pola makan dengan gizi seimbang, mengurangi minuman manis, banyak makan makanan tinggi zat besi, serta membiasakan diri berjalan-jalan setiap pagi. Siapa tahu, peluang tes hamil positif justru semakin besar.
Selama menunggu tes menunjukkan hasil positif, sebaiknya Bunda mulai menghindari hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan ibu hamil. Misalnya merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, makan bahan pangan seperti daging atau telur mentah, dll.
Rasa khawatir kadang membuat kita malas melakukan apa pun. Jika keinginan bermalas-malasan tersebut dituruti, kadar stres justru dapat meningkat, yang juga dapat memengaruhi kesehatan.
Karenanya, tidak ada salahnya untuk tetap menjalani kegiatan sehari-hari seperti biasa untuk mengalihkan pikiran dari rasa cemas selama menunggu hasil tes hamil.
Selama merencanakan kehamilan, tubuh Bunda harus tetap fit. Tak ada salahnya untuk melakukan olahraga ringan seperti joging, yoga, atau senam untuk menjaga tubuh tetap prima. Namun, pastikan tubuh tidak terlalu lelah, ya.
Relaksasi atau meditasi bisa jadi teknik terapi yang ampuh untuk menjauhkan pikiran dari hal-hal negatif. Menurut pakar, teknik pernapasan dan relaksasi paling baik untuk dilatih ketika Bunda dalam keadaan tenang. Selain membantu menenangkan pikiran, dengan melatih pernapasan, Bunda juga dapat tidur lebih nyenyak.
Perubahan bentuk tubuh dapat mulai terlihat bahkan sejak masa ovulasi. Agar lebih yakin, Bunda dapat mencatat hal-hal tidak biasa yang terjadi pada tubuh. Apakah ada bagian tubuh yang terasa membesar, atau mungkin payudara Bunda terasa semakin berisi.
Selain fokus pada perubahan bentuk tubuh, Bunda juga harus lebih fokus dalam memperhatikan asupan nutrisi untuk meningkatkan kesuburan, mempersiapkan segala kemungkinan, serta menata semangat agar tidak pernah lelah berikhtiar.
Optimisme memang sangat diperlukan dalam merencanakan kehamilan. Namun, Bunda juga perlu menyiapkan diri jika dalam waktu dua minggu tersebut tamu bulanan justru kembali datang. Yang terpenting, pertahankan pikiran dan attitude positif agar hasil yang didapat juga baik.
Biar semakin siap dalam menyambut kehamilan, perkaya wawasan Bunda seputar dunia ibu hamil dan menyusui dengan mengikuti Facebook dan Instagram Ibu Sehati. Kini, Sehati pun hadir dalam aplikasi Android dan iOS untuk membantu Bunda mengakses informasi terkini lebih cepat.
Bunda mungkin ingat beberapa waktu lalu Chrissy Teigen, istri dari penulis lagu dan penyanyi John…
Pandemi Covid-19 berdampak pada kita semua. Namun, tahukah, Bunda, bahwa pandemi ini memiliki konsekuensi tersendiri…
Neonatal intensive care unit atau biasa disingkat NICU adalah ruang perawatan intensif bagi bayi yang…
Tidak ada seorang ibu atau ayah yang ingin melahirkan bayi prematur. Akan tetapi, beberapa orangtua…
Vaksinasi Covid-19 terus digencarkan pemerintah untuk mencapai kekebalan komunitas atau herd immunity. Di tengah program…
Masa nifas atau postpartum kerap menjadi masa yang sulit bagi ibu baru. Adaptasi, rasa sakit…