Agar tidak salah konsepsi, sejumlah poin berikut harus Bunda perhatikan sebelum melakukan pijat kaki selama masa kehamilan.
Berbagai konsepsi bermunculan mengenai hubungan antara pijat kaki dan hamil. Terlepas dari manfaatnya yang bisa menghilangkan rasa pegal, mengurangi kelelahan, dan membuat Bunda merasa lebih relaks, banyak yang beranggapan bahwa pijat refleksi kaki saat hamil bisa merangsang kontraksi. Namun, hal ini sebenarnya dapat dihindari.
Asal dilakukan secara aman dengan mempertimbangkan sejumlah poin berikut, Bunda tetap bisa mengambil manfaat dari pijatan kaki tanpa khawatir membahayakan si buah hati.
Berkonsultasi dengan dokter kandungan sangat dianjurkan setiap kali Bunda merasa ragu saat ingin melakukan berbagai aktivitas selama masa kehamilan, termasuk soal pijat refleksi. Dengan melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum dipijat, Bunda bisa mengetahui bagaimana kondisi kehamilan yang tengah dijalani untuk memastikan Bunda dan bayi dalam kandungan tetap aman.
Biasanya, dokter kandungan juga akan memberikan sejumlah pengarahan maupun pantangan yang disesuaikan dengan kondisi kehamilan. Hal ini bisa menjadi panduan bagi Bunda yang ingin melakukan pemijatan selama hamil.
Pijat kaki dan hamil bisa menjadi kombinasi yang membahayakan jika dilakukan pada usia kehamilan yang tidak tepat. Untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan, pemijatan sebaiknya dilakukan saat kehamilan sudah menginjak usia lima bulan atau pada masa trimester kedua. Pada usia kehamilan ini, kondisi janin yang sudah lebih kuat tidak akan terganggu oleh proses pijat kaki maupun pemijatan bagian tubuh lainnya. Sebaliknya, pada masa trimester pertama dan ketiga yang terbilang rentan, pijat refleksi kaki harus dihindari.
Secara umum, area betis menjadi bagian kaki yang tidak akan menimbulkan risiko dan bahaya apa pun saat dipijat. Namun, Anda sebaiknya berhati-hati saat memijat area kaki bagian bawah, terutama pada telapak, ruas-ruas jari, dan bagian cekungan dekat mata kaki. Titik-titik tersebut perlu dihindari untuk menghindari risiko kontraksi dini.
Agar kontraksi bisa terpantau dengan baik ketika masa persalinan sudah semakin dekat, menghitung kontraksi juga penting untuk dilakukan. Dengan begitu, Bunda bisa merasa lebih aman dan tenang dalam melakukan berbagai aktivitas, termasuk melakukan pemijatan dalam masa kehamilan.
Pijat kaki saat hamil sebenarnya tidak akan membahayakan selama dilakukan oleh pemijat profesional. Terapis yang sudah terlatih dan berpengalaman menangani ibu hamil akan mengetahui bagian tubuh mana yang aman dipijat serta titik-titik mana yang harus dihindari. Bunda pun bisa merasa tenang dan nyaman saat dipijat.
Semoga ulasan di atas bisa meluruskan mitos kehamilan yang salah mengenai pijat kaki dan hamil sekaligus menambah pengetahuan Bunda seputar serba-serbi kehamilan. Untuk terus update tentang informasi kehamilan yang bermanfaat, Bunda bisa mengunduh Sehati Apps melalui Apple Store atau Google PlayStore.
Bunda mungkin ingat beberapa waktu lalu Chrissy Teigen, istri dari penulis lagu dan penyanyi John…
Pandemi Covid-19 berdampak pada kita semua. Namun, tahukah, Bunda, bahwa pandemi ini memiliki konsekuensi tersendiri…
Neonatal intensive care unit atau biasa disingkat NICU adalah ruang perawatan intensif bagi bayi yang…
Tidak ada seorang ibu atau ayah yang ingin melahirkan bayi prematur. Akan tetapi, beberapa orangtua…
Vaksinasi Covid-19 terus digencarkan pemerintah untuk mencapai kekebalan komunitas atau herd immunity. Di tengah program…
Masa nifas atau postpartum kerap menjadi masa yang sulit bagi ibu baru. Adaptasi, rasa sakit…