fbpx
Connect with us

Persalinan

Jelang Persalinan, Ini 7 Fakta Kontraksi yang Harus Bunda Tahu

Usia kandungan memasuki trimester III, sudah waktunya Bunda bersiap-siap menyambut persalinan. Yuk, ketahui 7 fakta kontraksi berikut ini.

mm

Published

on

fakta kontraksi kehamilan

Bunda, seperti apakah rasa sakit ketika kontraksi? Tidak ada seorang ibu hamil pun yang bisa mendeskripsikannya dengan mudah karena setiap kehamilan punya cerita masing-masing. Sebagian orang menyamakan kontraksi jelang persalinan dengan kram ketika menstruasi, ada pula yang menganggapnya mirip dengan perut kembung. Apalagi, ketika rasa itu tidak kunjung reda meski Anda sudah buang angin maupun buang air besar. Bisa saja itu pertanda bayi ingin segera lahir.

Namun, kontraksi pun tak melulu menjadi tanda persalinan. Boleh jadi Bunda mengalami hal ini beberapa kali selama masa kehamilan. Nah, Bunda perlu mengetahui fakta kontraksi yang dialami sepanjang kehamilan agar tidak salah membaca tanda-tanda kelahiran bayi.  

Berikut 7 fakta kontraksi jelang persalinan yang perlu Bunda ketahui.

Sepanjang masa kehamilan, ada dua tipe kontraksi

Setidaknya, Bunda akan mengalami tiga tipe kontraksi berikut ini.

Kontraksi persalinan palsu (Braxton hicks contraction)

Braxton hicks juga dikenal sebagai kontraksi persalinan palsu. Kontraksi ini bisa terjadi mulai trimester kedua kehamilan Anda, namun pada umumnya dialami mulai trimester 3 kehamilan. Bunda bisa mengalaminya, bisa pula tidak. Ketika terjadi, kontraksi berlangsung kurang lebih salam 30-60 detik. Frekuensi kemunculannya tidak teratur, jarak antar kontraksi satu dengan lainnya juga tidak sama. Kontraksi ini umumnya tidak nyeri, terpusat di perut Bunda, dan Bunda merasakan kencang-kencang di perut. Kontraksi ini sebenarnya terjadi sebagai persiapan otot rahim menjelang persalinan nanti.

Kontraksi persalinan

Beberapa minggu menjelang Hari Perkiraan Lahir (HPL), Bunda dapat mengalami banyak tanda persalinan sesungguhnya. Cara Bunda mengetahui apakah ini kontraksi jelang melahirkan atau bukan adalah:

  1. Kemunculan begitu intens. Alih-alih mereda, justru kontraksi meningkat dan tidak menghilang walau Anda mengubah posisi tubuh.
  2. Semakin sering dan teratur. Setiap kontraksi dapat berlangsung sekitar 30-90 detik dengan intensitas meningkat seiring proses bertambahnya pembukaan yang Anda alami.
  3. Adanya bercak darah kemerahan disertai dengan lendir.
  4. Bisa dibarengi dengan kram, atau nyeri perut luar biasa.
  5. Bisa didahului dengan pecah ketuban. Namun, tanda ini hanya terjadi pada 15% proses persalinan. Kebanyakan ketuban pecah secara spontan selama persalinan.

Penyebab kontraksi yang pasti

Banyak teori yang berusaha menjelaskan apa yang memicu munculnya kontraksi persalinan. Anda jelas lebih khawatir pada kapan ini akan terjadi daripada mengapa bisa terjadi, bukan? Namun, para ahli sepakat semua berawal dari janin yang mengirimkan semacam ‘pesan’ pada tubuh Bunda bahwa ia ingin segera keluar dari dalam rahim. Bayi akan mengirim pesan ke tubuh Anda untuk melepaskan hormon oksitoksin, zat yang memicu kontraksi, sehingga proses persalinan dimulai.

Bagian tubuh yang bereaksi pada kontraksi

Fakta kontraksi berikutnya adalah rasa tegang ini tidak terasa pada bagian perut bawah saja. Kontraksi akan terasa pada perut bagian tengah (yang merupakan puncak rahim), yang menjalar ke perut bagian bawah sampai selangkangan dan lipat paha. Namun, nyeri yang terasa pada beberapa bagian tubuh tak melulu indikator persalinan. Sebaiknya Anda juga mencermati frekuensi, intensitas, dan keteraturan kontraksi yang muncul.  

Waktu yang tepat menghubungi bidan atau dokter

Minggu-minggu menjelang persalinan, bidan atau dokter kandungan tentu sudah mewanti-wanti Bunda kapan waktu yang tepat menghubungi mereka. Anda dapat berpatokan pada ini: kontraksi berlangsung teratur setiap 5-10 menit sekali. Jika Anda belum cukup yakin apakah ini tanda melahirkan, tetapi kontraksi cukup teratur dan semakin intens, segera datang ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan.

Tidak perlu khawatir Anda membangunkan orang meski jam sudah lewat tengah malam. Tak ada seorang pun yang bisa memprediksi kelahiran bayi, termasuk Anda sebagai ibunya. Tenang saja jika itu hanya kontraksi persalinan palsu. Minimal, Anda sudah memahami apa saja yang perlu dilakukan ketika kejadian sesungguhnya tiba.

Kapan perlu ke rumah sakit

Bunda, ketika mengalami situasi darurat berikut ini, sebaiknya segera pergi ke rumah sakit.

  1. Kontraksi kuat dan teratur,  namun usia kehamilan Anda masih kurang dari 37 minggu.
  2. Ketuban pecah, diiringi tanda-tanda melahirkan lainnya maupun tidak.
  3. Ketuban pecah dan warna air ketuban tampak hijau kecokelatan.
  4. Gerak janin Bunda dirasakan kurang aktif, atau bahkan Anda tidak merasakan gerak janin sama sekali selama 1 jam terakhir.

Durasi rata-rata kontraksi persalinan

Lama rata-rata kontraksi persalinan bisa bervariasi menurut panjang waktunya, intensitas, dan frekuensi. Hal ini juga bergantung pada tahapan persalinan yang Bunda alami.

  1. Persalinan fase laten, kontraksi terjadi selama 30-45 detik mulai 20 menit sekali. Namun, jarak antar kontraksi akan semakin pendek begitu fase ini berakhir.
  2. Persalinan fase aktif, intensitas kontraksi meningkat, lebih sering dan lebih lama, masing-masing berlangsung 40-60 detik.
  3. Mendorong dan melahirkan, kontraksi pada tahap ini terjadi selama 60-90 detik, disertai dengan dorongan untuk meneran untuk mengeluarkan janin melalui jalan lahir Bunda.

Kontraksi setelah berhubungan seks itu wajar

Setelah berhubungan seks dan Bunda mengalami orgasme, rahim Anda akan berkontraksi. Cobalah tetap tenang karena banyak ibu hamil mengalami hal serupa. Begitu lewat dari 30 menit, kontraksi itu akan menghilang dengan sendirinya. Satu hal yang pasti, berhubungan seks saat hamil itu aman. Anda tak perlu khawatir tentang ini, kecuali jika Anda punya riwayat keguguran, riwayat persalinan prematur sebelumnya, ataupun riwayat perdarahan yang disebabkan oleh ari-ari yang letaknya di bawah menutupi jalan lahir.

Merangsang kontraksi kadang diperlukan

Fakta kontraksi menarik lainnya adalah berhubungan seks merupakan salah satu cara  induksi alamiah pada usia kehamilan cukup bulan. Sperma memiliki kandungan prostaglandin dapat menyebabkan kontraksi rahim. Itulah sebabnya dokter menyarankan Anda berhubungan seks dengan suami begitu kehamilan menginjak usia 37 minggu ke atas.

Selain itu, suami dapat melakukan pijatan lembut pada bagian pinggang saat kontraksi persalinan muncul. Sentuhan ini merangsang tubuh memproduksi endorfin alami yang membuat dapat mengurangi rasa nyeri yang Bunda alami.

Demikian 7 fakta kontraksi jelang persalinan yang perlu Bunda ketahui. Dengan mengenali ciri-ciri kontraksi sebagai tanda dimulainya persalinan, Bunda bisa lebih waspada sekaligus tetap tenang mengikuti irama tubuh saat melahirkan.

Tambah pengetahuan Bunda dengan mengunduh aplikasi Sehati untuk pengguna iPhone dan Android

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pasca

Tanya Jawab seputar Masa Subur setelah Melahirkan

mm

Published

on

masa subur setelah melahirkan

Perencanaan kehamilan merupakan hal penting untuk memastikan kesehatan ibu. Program KB yang menjaga jarak antar kehamilan setidaknya dua tahun tentunya ditentukan berdasarkan alasan kesehatan. Untuk mengatur jarak kehamilan, Bunda perlu tahu kapan masa subur setelah melahirkan?

Berikut ini beberapa pertanyaan seputar masa subur setelah melahirkan dan jawaban yang kami kompilasikan dari berbagai sumber. 

Kapan secepatnya ibu dapat hamil lagi setelah melahirkan?

Ibu dapat hamil lagi segera setelah masa ovulasi pertama Bunda, yaitu setelah menstruasi pertama. Menstruasi pertama setelah melahirkan pada setiap ibu bisa berbeda-beda. Ada yang langsung mengalaminya setelah masa nifas usai, antara empat minggu sampai 40 hari setelah melahirkan. Jika Bunda menyusui secara eksklusif, maka menstruasi pertama biasanya akan datang lebih lama. 

Apakah kehamilan dapat terjadi sebelum menstruasi postpartum pertama? 

Ya bisa saja kehamilan terjadi sebelum menstruasi pertama. Beberapa perempuan mengalami apa yang dinamakan menstruasi pertama yang steril. Dalam kata lain, mereka tidak mengalami ovulasi pada siklus pertama menstruasi tersebut. Beberapa perempuan lagi mengalami ovulasi sebelum mens dan inilah yang kerap tidak disadari yang akhirnya menyebabkan kehamilan. 

Nah, kita tidak tahu yang mana yang akan datang terlebih dahulu, mens atau ovulasi. Sebab itulah, menggunakan kontrasepsi ketika berhubungan setelah melahirkan, merupakan hal yang penting. 

Seberapa besar kemungkinan saya hamil setelah melahirkan?

Kondisi ibu setelah melahirkan bisa berbeda-beda. Beberapa cepat kembali pulih, beberapa perlu melewati proses panjang untuk mengembalikan kondisi tubuh seperti semula (walaupun tidak mungkin 100 persen sama). Umumnya, setelah masa nifas usai, berakhir sudah masa penantian. Artinya, setelah itu Bunda dapat berhubungan intim dengan suami. Akan tetapi, dokter atau bidan yang menangani Bunda lah yang tahu persis apakah Bunda sudah aman untuk berhubungan. 

Bagi ibu yang menyusui, mens postpartum pertama baru akan datang paling cepat 3 bulan setelah melahirkan. Lebih banyak lagi yang baru mengalami mens postpartum pertama 9 bulan setelah melahirkan. 

Jika Bunda tidak menggunakan kontrasepsi, akan sangat sulit untuk memastikan kemungkinan untuk hamil. Sebab, setiap tubuh perempuan berbeda dan menstruasi postpartum pertama bukanlah sesuatu yang dapat diprediksi dengan pasti. 

Apakah menstruasi tidak akan terjadi jika saya menyusui?

Menyusui disebut sebagai kontrasepsi alami, meski pada kenyataannya tidak selalu demikian. Ada beberapa syarat yang memungkinkan menyusui sebagai cara menunda kehamilan, yaitu perlu memenuhi tiga faktor ini: 

  • Bunda menyusui bayi selama enam bulan pertama hidupnya. Setelah usia 6 bulan biasanya Bunda tidak menyusui sesering itu, sehingga ovulasi lebih mungkin terjadi. 
  • Bunda harus menyusui secara eksklusif atau hampir eksklusif. Artinya Bunda tidak memberikan minuman lain selain ASI kepada si kecil. 
  • Bunda belum menstruasi setelah melahirkan. 

Berapa lama sebaiknya saya menunggu untuk kehamilan selanjutnya? 

Sebaiknya Bunda dan suami menunggu setidaknya satu tahun, atau idealnya 18 bulan, sebelum mengandung kembali. Jarak yang cukup ini memastikan tubuh Bunda telah pulih sempurna setelah melahirkan dan juga si kecil mendapat kebutuhan nutrisi yang diperlukannya dari ASI. 

Beberapa risiko yang bisa terjadi akibat jarak kehamilan yang terlalu dekat adalah bayi lahir prematur atau dengan berat lahir rendah, lebih sering terjadi jika jarak kehamilan kurang dari enam bulan). Selain itu, anak yang terlahir akan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengidap asma, pertumbuhan yang tidak optimal, serta gangguan pendengaran dan penglihatan di kemudian hari. 

Disebutkan situs What to Expect, penyebab komplikasi tersebut memang belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, ditilik-tilik bahwa penyebabnya bisa jadi berasal dari sisa-sisa peradangan dalam rahim dari kehamilan sebelumnya dan karena tubuh belum sepenuhnya terisi dengan vitamin dan nutrisi yang diperlukan untuk kehamilan berikutnya. 

Pun, banyak bayi terlahir dari kehamilan yang jaraknya dekat dalam kondisi sehat walafiat. 

Intinya, sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kapan sebaiknya Anda dan suami dapat merencanakan kehamilan berikutnya. Sementara itu, demi keamanan, gunakan kontrasepsi segera setelah aktif berhubungan seksual kembali, meskipun Bunda menyusui. 

Referensi: https://www.whattoexpect.com/pregnancy/pregnancy-health/how-soon-can-you-get-pregnant-after-giving-birth/

https://www.gooddoctor.co.id/hamil-sehat/kehamilan/masa-subur-setelah-melahirkan/

Continue Reading

Pasca

Mengenal Padsicle: Manfaat, Cara Membuat, dan Cara Menggunakan

mm

Published

on

padsicle adalah
Cara membuat padsicle sendiri.

Proses melahirkan memang tidak sama pada setiap orang. Namun bagaimanapun, setiap persalinan merupakan proses yang berat bagi tubuh perempuan. Ada begitu banyak perubahan yang terjadi, bahkan setelah persalinan usai. Kadar hormon yang masih tinggi, vagina yang masih terasa nyeri, payudara bengkak, uterus yang masih berkontraksi, harus dihadapi sambil mengurus si jabang bayi. 

Sebab itu, segala benda yang dapat membantu mengatasi ketidaknyamanan merupakan sebuah berkah tak terkira bagi ibu baru melahirkan. Salah satu ketidaknyamanan yang perlu dihadapi itu adalah nyeri vagina, khususnya yang disebabkan oleh proses melahirkan per vaginam. 

Berbagai upaya pun dilakukan untuk meredam kadar nyeri yang dirasakan di area tersebut. Duduk di bantal misalnya, dikatakan dapat mengurangi rasa “nyut-nyutan” di area vagina. Sementara, ada juga yang lebih kreatif dengan membuat apa yang dinamakan “padsicle”. Apa itu padsicle dan bagaimana membuatnya sendiri? 

Padsicle adalah

Kata padsicle (gabungan dari kata “pad” atau pembalut dan Popsicle atau es loli) memang terdengar asing di telinga. Pasalnya, ini bukanlah sebuah produk atau merek yang umum dan bisa Bunda beli di toko. Akan tetapi, fungsinya untuk meredam nyeri pasca melahirkan, bisa membuat benda ini jadi sahabat yang bisa Bunda andalkan. 

Pada dasarnya, padsicle adalah pembalut pasca melahirkan (ukurannya lebih besar dan lebih panjang dari pembalut menstruasi) yang sudah didinginkan di dalam freezer. Setelah dingin, pembalut itu kemudian digunakan sebagai pelapis celana dalam untuk meredam dan memicu penyembuhan setelah melahirkan

Tidak hanya meredam nyeri vagina, pembalut ini juga bisa mengurangi bengkak, lebam, dan ketidaknyamanan yang biasanya disebabkan oleh wasir atau jahitan perineum (area antara lubang vagina dan dubur). Yang lebih menyenangkannya lagi, Bunda bisa membuat padsicle sendiri di rumah. 

Bunda bisa mulai membuatnya di minggu perkiraan kelahiran, sebagai cadangan. Akan tetapi tidak ada salahnya juga jika Bunda baru membuatnya setelah pulang dari fasilitas kesehatan tempat Bunda melahirkan. Pasalnya, padsicle ini sangat mudah dibuat. Pastikan saja padsicle sudah didinginkan dalam freezer selama setidaknya dua jam untuk memastikannya sudah dingin dan siap digunakan. 

Membuat padsicle sendiri 

Nah, sekarang setelah Bunda tahu kegunaannya, ini cara menggunakannya. Berikut ini benda-benda yang Bunda perlukan, beberapa di antaranya mungkin sudah ada di rumah. 

Bahan yang diperlukan: 

  • Aluminum foil 
  • Pembalut pasca melahirkan 
  • Witch hazel tanpa kandungan alkohol
  • Gel lidah buaya alami 
  • Minyak esensial lavender

Cara membuatnya: 

  1. Pertama-tama hamparkan selembar aluminium foil di atas meja. Pastikan luasnya cukup untuk menutupi pembalut. 
  2. Buka bungkus pembalut dan letakkan di atas aluminium foil. Bagian belakang pembalut akan melekat pada lembaran foil aluminium. Lepaskan kertas pelindung perekat pada pembalut. 
  3. Balurkan gel lidah buaya di permukaan pembalut menggunakan sendok. Lidah buaya memiliki manfaat anti peradangan dan peredam nyeri. 
  4. Dengan tangan yang bersih, gosok-gosok lidah buaya ke seluruh permukaan pembalut, hingga terserap. Jangan terlalu banyak menggunakan gel lidah buaya karena justru bisa mengurangi kemampuan pembalut menyerap darah nifas. 
  5. Semprotkan witch hazel ke permukaan pembalut. Bahan ini bisa membantu mengurangi bengkak, rasa nyeri dan lebam, sekaligus meredam gatal dan peradangan yang dikaitkan dengan wasir. 
  6. Jika tidak ada witch hazel, Bunda bisa menggunakan minyak esensial lavender. Teteskan 1 sampai 2 tetes minyak esensial lavender ke permukaan pembalut. Lavender juga bersifat anti-peradangan dan dapat meredam stres. 
  7. Setelah itu, tutup atau bungkus pembalut dengan foil aluminium, kemudian simpan dalam freezer selama setidaknya dua jam. 

Bunda bisa membuat beberapa padsicle sekaligus sebagai stok setelah melahirkan nanti. Selain menggunakan pembalut sekali pakai, Bunda juga bisa membuat padsicle dari pembalut kain. Akan tetapi, jika darah nifas yang keluar cukup banyak, pastikan Bunda mengganti pembalut kain lebih sering. Pasalnya, pembalut kain tidak mampu menyerap sebanyak pembalut sekali pakai. 

Continue Reading

Pasca

Mengatasi Susah BAB setelah Melahirkan Caesar

mm

Published

on

susah BAB setelah melahirkan caesar

Ibu yang melahirkan secara caesar biasanya mengalami rawat inap di rumah sakit yang lebih lama dibanding ibu yang melahirkan secara pervaginam. Ibu yang melahirkan caesar akan dirawat empat sampai lima hari di rumah sakit. 

Selama di rumah sakit, ibu akan dilatih untuk bergerak, mulai dari duduk sampai berjalan sendiri ke toilet. Mobilisasi ini akan dilakukan 24 jam setelah operasi caesar. Dan Bunda pun akan sampai pada saat di mana bidan menanyakan hal ini, “Apakah ibu sudah buang air besar?” Membayangkan luka caesar saja sudah cukup membuat Bunda khawatir, bagaimana dengan BAB? Begitu mungkin pikir Bunda. 

BAB setelah caesar, ini faktanya 

Bunda yang melahirkan setelah caesar memiliki risiko tromboemboli dua kali lebih tinggi dibanding ibu yang melahirkan pervaginam. Imobilisasi atau bergerak pasca operasi disarankan kepada ibu yang melalui operasi caesar untuk mengurangi risiko tromboemboli atau pembentukan gumpalan darah. Tentunya gerakan ini harus disesuaikan dengan kemampuan Bunda. 

Umumnya sebagai langkah awal Bunda akan diminta untuk berbaring miring ke kiri dan ke kanan. Hal ini bisa dilakukan sambil menyusui si kecil. Setelahnya, Bunda akan diminta untuk belajar duduk tegak di sisi tempat tidur tanpa ganjalan. Setelah itu barulah Bunda dapat belajar berdiri dan berjalan. Gerakan ini melancarkan aliran darah dan pada akhirnya mengurangi risiko terjadinya tromboemboli. 

Kemampuan berjalan sendiri ini penting mengingat tak lama setelahnya Bunda perlu memenuhi kebutuhan biologis secara mandiri, salah satunya buang air besar di toilet. 

Kapan Bunda akan buang air besar setelah persalinan? Biasanya Bunda akan BAB untuk pertama kalinya 24 jam sampai tiga hari setelah bersalin. Hal ini wajar karena di hari persalinan pencernaan Bunda dikosongkan dengan pencahar. Awal pertama BAB biasanya Bunda akan menerima obat yang efeknya melunakkan feses sehingga proses BAB lebih lancar. 

Pasca melahirkan gerakan usus cenderung masih lambat yang disebabkan oleh kondisi hormon yang naik turun. Kesulitan BAB juga bisa disebabkan oleh kurangnya asupan air dan serat setelah melahirkan. Selain itu ada juga Bunda yang merasa takut karena membayangkan luka caesar yang membuat proses BAB yang seharusnya natural jadi menakutkan. 

Beberapa hal ini juga menjadi penyebab sembelit yang Bunda alami setelah melahirkan caesar: 

  • Obat penghilang rasa sakit atau anastesi yang digunakan saat persalinan caesar. Obat ini bisa membuat otot susah bergerak untuk sementara waktu. 
  • Obat penghilang rasa nyersi yang dikonsumsi setelah persalinan
  • Dehidrasi karena asupan air minum baru diperbolehkan 24 jam setelah operasi. Dehidrasi lebih mungkin terjadi pada ibu yang menyusui. 
  • Kandungan zat besi dalam suplemen yang dikonsumsi selama hamil. 
  • Melemahnya otot panggul. 

Mengatasi sulit BAB setelah operasi caesar

Jika Bunda mengalami sembelit pasca operasi caesar, beberapa cara ini dapat diterapkan untuk mengatasinya:

1. Perbanyak bergerak

Gerakan fisik bisa membantu meningkatkan aliran darah dan metabolisme tubuh. Kedua hal ini memiliki kontribusi terhadap kerja sistem pencernaan Bunda. Rasa sakit pada luka operasi mungkin membuat Bunda sulit bergerak banyak, namun berlatihlah secara perlahan. Bergerak juga kerap dianjurkan oleh dokter karena dapat mempercepat luka operasi untuk sembuh. Coba berjalan-jalan kecil beberapa kali dalam sehari. 

2. Relaks saja

Pikiran yang fokus pada rasa nyeri dan luka operasi bisa membuat Bunda merasa tegang dan pada akhirnya sulit buang air besar. Coba duduk di toilet dan relaks. Fokuskan pikiran pada hal lain. Bunda juga bisa membawa handphone dan melihat-lihat sosial media untuk membuat pikiran lebih tenang. 

3. Cukupi asupan serat

Agar proses buang air besar lebih mudah dan lancar, konsumsi serat yang cukup merupakan hal esensial. Kandungan serat dalam makanan akan membuat feses lebih lunak dan mudah dikeluarkan. Pastikan asupan serat yang cukup, yakni 25-30 gram sehari. Perempuan dewasa umumnya memerlukan 28 gram serat per hari. Hal ini dapat dipenuhi dari sayur-sayuran dan buah-buahan kaya serat. 

4. Makan buah plum atau naga merah

Beberapa makanan, misalnya buah-buahan dan sayuran tertentu mengandung banyak serat yang bisa membantu melancarkan BAB setelah melahirkan caesar. Beberapa bahkan bersifat laksatif alias melancarkan BAB. Misalnya saja buah plum dan buah naga merah. Konsumsi makanan ini di pagi hari bisa membantu mendorong keinginan untuk buang air besar. Bunda juga bisa mengonsumsi buah-buahan yang baik untuk ibu menyusui ini.

5. Minum air yang cukup

Asupan cairan juga penting untuk membantu melunakkan feses dan akhirnya memudahkan BAB. Jumlah yang perlu dikonsumsi adalah sekitar 8 gelas sehari, namun jika Bunda menyusui si kecil maka kebutuhan cairan akan meningkat yakni sekitar 13 cangkir. Selain air putih, bisa juga mencoba minuman yang bersifat laksatif, misalnya teh hijau hangat. Akan tetapi, jangan dikonsumsi berlebihan ya Bun. Teh hijau juga memiliki efek diuretik atau mendorong buang air kecil. Cukup minum segelas di pagi hari. 

Nah itu beberapa tips yang bisa Bunda terapkan untuk membantu melancarkan BAB setelah melahirkan caesar. Namun jika sembelit dialami lebih dari 5-7 hari, cobalah berkonsultasi dengan dokter Bunda. 

Continue Reading

Trending