fbpx
Connect with us

Kehamilan

Yang Perlu Bunda Ketahui Soal Gerakan Janin

Adanya gerakan janin adalah tanda-tanda kehamilan Bunda sehat. Ketahui fakta-faktanya seputar gerakan janin bersama Sehati.

mm

Published

on

gerakan janin
Adanya gerakan janin adalah tanda-tanda kehamilan Bunda sehat. Ketahui fakta-faktanya seputar gerakan janin bersama Sehati.

Merasakan tendangan pertama janin di dalam kandungan tentunya merupakan sesuatu yang menakjubkan. Seiring bertambahnya usia kehamilan, gerakan bayi akan semakin intensif, dan Bunda pun akan mengenali pola kapan ia bangun dan tidur. Nah, ternyata ada beberapa hal yang perlu Bunda ketahui mengenai gerakan janin.

Gerakan Bayi Mulai Terasa di Trimester Kedua

Bunda akan mulai merasakan gerakan bayi di minggu ke-18 hingga ke-22. Namun, kondisi ini akan berbeda pada setiap kehamilan. Jadi, jangan khawatir jika ibu lain sudah merasakan gerakan di minggu ke-18 sedangkan Bunda belum merasakannya. Curigai jika Bunda belum merasakan apa pun di atas minggu ke-22 kehamilan. Jika ini terjadi, berkonsultasilah dengan dokter atau bidan terdekat.

Bunda Mungkin Melewatkan Gerakan Pertama Janin

Gerakan awal janin mungkin tidak terasa seperti tendangan yang keras, jadi Bunda mungkin tidak menyadari kapan janin mulai bergerak. Pada gerakan pertama, gerakannya lebih terasa seperti getaran atau debaran yang sangat halus. Hal tersebut mungkin hanya akan menimbulkan rasa tidak nyaman di perut, seperti saat Bunda sedang gugup atau bersemangat.

Setiap Janin Memiliki Polanya Sendiri

Sebagian janin mungkin aktif bergerak di malam hari, dan sebagian lagi di siang hari. Ia akan lebih aktif setelah Bunda mengonsumsi sesuatu yang manis karena kandungan gula membuatnya bersemangat, atau ikut gelisah ketika Bunda gugup. Janin juga mungkin akan terdiam atau tidur setelah Bunda melakukan hubungan intim karena gerakan terasa seperti mengayun di dalam rahim.

Bunda akan mengenali pola gerakan janin dalam beberapa minggu saja. Ada baiknya juga mencatat gerakannya agar bisa mengenali pola dan waspada ketika gerakan berkurang secara signifikan.

Janin Bukan Hanya “Menendang”

Walaupun sering disebut sebagai “tendangan”, nyatanya gerakan janin bukan hanya terdiri dari gerakan menendang. Ia bisa saja meninju, menggeliat, berputar, membalik, tertawa, dan bahkan cegukan. Ketika gerakan terasa tidak nyaman, Bunda bisa meminum air putih hangat, mengubah posisi tidur, mendengarkan musik klasik, atau relaks untuk menenangkannya.

Pentingnya Memperhatikan dan Menghitung Gerakan janin

Gerakan janin adalah salah satu bentuk komunikasi Bunda dengan bayi yang belum lahir. Maka dari itu, penting untuk tetap memonitor gerakan janin di dalam rahim. Pada rentang usia empat hingga delapan bulan, bayi akan aktif bergerak sekitar 200 – 500 gerakan dalam sehari—sekitar 10 gerakan setiap jam di masa aktif.

Dengan bergerak, Bunda bisa mengetahui bahwa janin yang dikandung sehat serta aktif seperti seharusnya. Inilah mengapa, jika Bunda merasakan penurunan yang signifikan dalam gerakan janin, sebaiknya langsung datangi dokter kandungan atau bidan setempat. Hal ini tidak selalu berarti negatif, tetapi mewaspadai hal yang tidak diinginkan juga perlu dilakukan.

Untuk memastikan janin berkembang dengan baik, Bunda harus selalu mengonsumsi makanan sehat selama hamil. Selain itu, perkaya diri dengan informasi seputar kehamilan dan persalinan. Bersama Sehati, Bunda bisa mendapatkan itu semua dengan mudah melalui aplikasi mobile yang dapat diunduh melalui Google Play Store dan App Store. Kunjungi juga laman Facebook dan follow akun Instagram Sehati untuk mendapatkan update setiap harinya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kehamilan

Benarkah Minyak Zaitun Bermanfaat untuk Bumil?

mm

Published

on

manfaat minyak zaitun untuk ibu hamil
Minyak zaitun bermanfaat baik bagi ibu hamil maupun calon bayi.

Minyak zaitun kerap menjadi pilihan yang lebih menyehatkan untuk menggoreng. Karena itulah, orang yang ingin menjalani pola hidup sehat biasanya “hijrah” dari minyak goreng biasa ke minyak zaitun. Namun, apakah aturan ini berlaku pula untuk ibu hamil? Apakah minyak zaitun juga memiliki manfaat untuk ibu hamil?

Apakah Minyak Zaitun Bermanfaat bagi Ibu Hamil?

Ternyata jawabannya adalah iya. Sama seperti manfaat minyak zaitun pada umumnya, konsumsi minyak zaitun pada ibu hamil juga memiliki segudang manfaat. Ini karena minyak zaitun mengandung lemak baik yang bagus untuk tubuh. Tak hanya itu, minyak zaitun juga mengandung vitamin A dan omega 3 yang tentunya baik bagi bumil. Inilah beberapa manfaat minyak zaitun pada ibu hamil.

Menghindarkan Ibu Hamil dari Infeksi

Saat hamil, imun tubuh biasanya akan melemah. Dan dengan begitu, Bunda akan lebih mudah terserang infeksi. Salah satu cara agar Bunda tidak mudah terkena infeksi adalah dengan mengonsumsi pangan yang mengandung vitamin A. Minyak zaitun adalah salah satu sumbernya.

Mengurangi Risiko Stretch Mark dan Puting Kering

Tak hanya dikonsumsi, minyak zaitun juga bermanfaat sebagai pemakaian luar. Saat hamil, Bunda pasti rentan mengalami stretch mark karena kulit yang tiba-tiba melar. Untuk mengurangi risiko ini, Bunda dapat mengoleskan minyak zaitun ke area perut dan paha. Aplikasi minyak zaitun secara rutin dapat membuat Bunda terhindar dari stretch mark loh! Kalaupun stretch mark muncul, biasanya tidak akan terlalu parah dan cenderung samar.

Oh ya, aturan aplikasi yang sama bisa Bunda terapkan pada puting. Menjelang persalinan, puting maupun areola biasanya akan kering dan pecah-pecah. Jika dibiarkan, tentu akan membuat Bunda tidak nyaman. Aplikasikanlah minyak zaitun untuk meredakan gejalanya. Namun, pemakaian minyak zaitun pada puting tidak disarankan saat si kecil sudah lahir ya. Khawatir minyak zaitun yang menempel pada puting akan tertelan oleh bayi.

Manfaat Minyak Zaitun pada Bayi

Rupanya, minyak zaitun yang dikonsumsi semasa kehamilan tidak hanya bermanfaat bagi Bunda saja, tetapi juga bagi bayi yang dikandung. Inilah sejumlah manfaat yang bisa diperoleh.

Baik untuk Perkembangan Otak dan Jantung Janin

Minyak zaitun yang kaya dengan omega 3 sangatlah baik untuk perkembangan jantung janin. Pun, bayi yang lahir dari ibu yang mengonsumsi minyak zaitun selama kehamilan, memiliki proses belajar yang lebih baik.

Refleks Psikomotor yang Lebih Baik

Seperti dilansir dari momjunction.com, bayi yang lahir dari ibu yang rutin mengonsumsi minyak zaitun selama kehamilan juga terbukti memiliki refleks psikomotor yang lebih baik. 

Berkaitan dengan Rendahnya Risiko Mengi

Mengi atau nafas dengan suara tinggi adalah salah satu hal yang kerap terjadi pada bayi. Tahukah, Bunda? Sebuah studi yang dipublikasikan oleh Pediatric Pulmonology menunjukkan bahwa konsumsi minyak zaitun selama kehamilan berkaitan dengan rendahnya kejadian mengi pada bayi di satu tahun pertama kehidupannya. Luar biasa, bukan?

Cara Mengonsumsi Minyak Zaitun selama Kehamilan

Setelah tahu manfaat minyak zaitun bagi ibu hamil dan janin, Bunda tak perlu ragu lagi untuk mengonsumsi minyak satu ini selama kehamilan. Namun, bagaimana sih konsumsi yang disarankan? 

Untuk mengonsumsi minyak zaitun selama kehamilan, Bunda bisa menggunakannya sebagai alternatif minyak untuk menggoreng atau memanfaatkannya sebagai salad dressing. Mengenai seberapa banyak konsumsi minyak zaitun dalam sehari, Bunda bisa mengonsultasikannya pada dokter masing-masing karena dokter pasti akan melihat riwayat kesehatan Bunda.

Bunda, itulah informasi seputar manfaat minyak zaitun bagi ibu hamil. Selamat menjalani hidup yang lebih sehat!

Continue Reading

Kehamilan

Benarkah Aspirin Bisa Meningkatkan Risiko Keguguran? Ini Faktanya

mm

Published

on

aspirin keguguran
Studi mengenai dampak aspirin pada keguguran memiliki hasil beragam.

Aspirin atau yang dikenal dengan asam asetil salisilat merupakan obat dengan beragam manfaat, mulai dari meredakan demam, nyeri, hingga dimanfaatkan untuk pengobatan jantung dan pengenceran darah. Obat satu ini lazimnya dikonsumsi atas resep dokter. Namun, ada pula jenis aspirin yang dapat dibeli bebas di apotek atau toko obat.

Meski beberapa jenis aspirin dapat dibeli bebas, Bunda mesti hati-hati mengonsumsinya, terutama bagi yang tengah hamil. Pasalnya, beberapa temuan mengaitkan aspirin dengan risiko keguguran. Walau temuan terkait hal ini masih penuh perdebatan, tak ada salahnya jika kita waspada, bukan? 

Aspirin dan Risiko Keguguran

Aspirin adalah salah satu jenis obat anti-inflamasi nonsteroid. Dilansir dari verywellfamily.com,  salah satu studi pada awal tahun 2000-an menunjukkan adanya peningkatan risiko keguguran sebesar 80% pada perempuan hamil yang mengonsumsi jenis obat ini. Studi lainnya pada tahun 2003 mencatat temuan yang sama, yakni penggunaan obat anti-inflamasi nonsteroid dapat meningkatkan potensi keguguran.

Meski telah ada dua studi yang mengaitkan penggunaan obat anti-inflamasi nonsteroid dengan keguguran, yang mana aspirin termasuk di dalamnya, hasil ini belum sepenuhnya meyakinkan. Mengapa? Karena bisa jadi penyebab keguguran pada partisipan dalam studi bukanlah penggunaan aspirin itu sendiri, melainkan penyakit awal yang diderita si ibu hamil yang membuatnya mengonsumsi aspirin. Hal seperti ini tidak dijelaskan dalam studi. Pun, temuan dari studi lainnya sangatlah beragam sehingga kesimpulannya belum jelas betul.

Bisakah Aspirin Mencegah Keguguran?

Meski beberapa studi mengaitkan penggunaan aspirin dengan peningkatan risiko keguguran, ada pula studi yang menunjukkan hal sebaliknya. Hmm, kontradiktif sekali, ya?

Namun, hal ini menjadi masuk akal mengingat aspirin kerap dimanfaatkan sebagai obat pengencer darah. Nah, aspirin mungkin saja bermanfaat bagi perempuan yang mengalami keguguran berulang karena sindrom antifosfolipid atau sindrom kekentalan darah. Penggunaan aspirin dalam dosis rendah, atas saran dokter tentunya, dapat menghambat terbentuknya gumpalan darah. Aliran darah menuju janin pun akan lebih lancar sehingga risiko keguguran dapat dihindari.

Bermanfaat bagi Kehamilan Berikutnya

Disadur dari WebMd, konsumsi aspirin rupanya juga bermanfaat bagi kehamilan berikutnya pada perempuan yang pernah mengalami satu atau dua keguguran. Ashley Naimi, Profesor Epidemiologi Emory University, mengatakan bahwa hal ini mungkin terjadi karena sifat aspirin sebagai anti-inflamasi. Yang mana, keguguran mungkin terjadi karena inflamasi yang tidak terdeteksi.

Dalam studinya yang dipublikasikan dalam Annals of Internal Medicine, sekitar 1.200 partisipan yang memiliki riwayat 1 hingga 2 keguguran terlibat. Hasilnya, perempuan yang mengonsumsi aspirin dosis rendah sebanyak 5 hingga 7 kali per minggu lebih mungkin untuk hamil kembali dan melahirkan bayi yang sehat dibanding yang tidak mengonsumsi aspirin. Menarik sekali ya, Bun, temuannya.

Itulah Bunda beragam temuan yang membahas keterkaitan aspirin dengan risiko keguguran. Untuk sampai pada kesimpulan yang adekuat, masih diperlukan penelitian lagi. Yang terpenting, jika saat ini Bunda sedang hamil, lebih baik berkonsultasi dulu dengan nakes sebelum mengonsumsi obat apapun, termasuk aspirin. Semoga sehat selalu ya, Bun.

Continue Reading

Kehamilan

Bunda, Pahami Penyebab Pembengkakan yang Terjadi saat Hamil

mm

Published

on

bengkak saat hamil
Bukan hanya perut yang akan membesar selama kehamilan, beberapa hal ini juga.

Tubuh mengalami banyak perubahan selama kehamilan. Di masa awal, banyak calon ibu merasakan kulit yang lebih berkilau atau rambut yang terasa lebih lebat. Namun seiring bertambah besarnya perut, semua gejala kehamilan yang menyenangkan itu berubah dengan kulit yang menjadi lebih gelap, kaki dan tangan yang membengkak, bahkan wajah pun ikut membengkak. Selain kenaikan berat badan, hal ini juga disebabkan perubahan dalam tubuh Bunda. 

Penyebab tubuh bengkak saat hamil 

Tahukah Bunda, tubuh ibu hamil menyimpan lebih banyak cairan di dalam tubuhnya. Selama hamil, volume cairan di dalam tubuh bisa meningkat hingga 8 liter banyaknya, atau 33 cangkir! Wow, banyak ya, Bun! Nggak heran kalau Bunda merasakan tubuh lebih berat.

Tidak hanya cairan, volume plasma tubuh ibu hamil juga meningkat sebanyak 30-50 persen, loh. Itu artinya, total volume darah dalam tubuh Bunda juga meningkat banyak. 

Lantas, ke mana cairan tersebut disimpan? Apakah beredar di dalam tubuh secara merata? 

Beberapa bagian cairan tersimpan dalam sel tubuh untuk menjaga fungsi sel tersebut. Sisa cairan tersebut tersimpan di luar sel untuk meningkatkan sirkulasi oksigen, sistem pembuangan sampah, dan mengontrol aliran elektrolit. 

Sementara peningkatan plasma darah merupakan reaksi dari meningkatnya kebutuhan plasenta dan organ maternal Bunda. Intinya, pertambahan volume plasma atau darah memang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan janin dan organ tubuh Bunda. 

Artinya, semakin bertambah usia janin, semakin meningkat pula kebutuhannya. Menjelang waktu persalinan di trimester ketiga, volume darah di tubuh Bunda pun mencapai puncaknya. Itu sebabnya, pembengkakan pada beberapa bagian tubuh akan sangat terasa di trimester ini. 

Bukan hanya itu yang bisa menyebabkan pembengkakan saat hamil, Bun. Meningkatnya kadar sodium dalam tubuh juga bisa jadi biang keroknya. Pasalnya, sodium mempengaruhi bagaimana tubuh menyerap dan memproses air. Kenaikan kadar sodium sedikit saja bisa menyebabkan pembengkakan. 

Mana yang normal dan yang tidak?

Sebagian besar penyebab pembengkakan saat hamil memang wajar terjadi. Akan tetapi, Bunda juga perlu mewaspadai beberapa penyebab yang tidak wajar. Lalu bagaimana membedakannya? 

Pada dasarnya, tidak perlu panik jika Bunda mengalami bengkak pada kaki, pergelangan kaki, jari-jemari atau tangan. Bunda juga mungkin menyadari kalau pembengkakan ini menjadi lebih parah menjelang akhir hari. Hal ini disebabkan karena cairan ekstra di dalam tubuh kerap berkumpul di bagian tubuh yang terjauh dari jantung sebagai organ pemompa. Selain itu, kondisi cuaca yang panas dan lembap serta aktivitas yang membuat Bunda lebih banyak berdiri juga bisa menyebabkan pembengkakan. 

Akan tetapi, ada beberapa kondisi selama kehamilan yang juga menyebabkan pembengkakan, yaitu preeklampsia dan pembekuan darah. Harap diingat bahwa kedua hal ini merupakan faktor risiko yang perlu dipantau secara serius oleh tenaga kesehatan. Selain itu, pembengkakan yang terjadi karena kedua kondisi ini berbeda dari bengkak biasa. 

Pembengkakan yang terjadi karena preeklampsia biasanya terjadi pada area lengan, muka, dan sekitar mata yang terjadi secara tiba-tiba atau bertahap. Pada pengidap preeklampsia, pembengkakan ini juga diikuti gejala lain seperti rasa sakit kepala yang menetap, gangguan penglihatan, nyeri perut, dan pertambahan berat badan yang terjadi secara tiba-tiba. 

Sementara pembengkakan yang terjadi karena pembekuan darah biasanya juga disertai dengan gejala:

  • Rasa nyeri yang nyata
  • Kulit kemerahan 
  • Area tubuh yang bengkak juga terasa lembek 
  • Hangat jika disentuh

Jika Bunda mengalami gejala-gejala ini, segera menghubungi dokter kandungan atau bidan ya.

Mengatasi pembengkakan normal

Jika pembengkakan yang disebabkan oleh preeklampsia dan pembekuan darah perlu ditangani oleh dokter, maka pembengkakan normal bisa diatasi dengan beberapa cara berikut ini: 

  • Angkat kaki hingga posisinya berada di atas jantung Bunda. Misalnya dengan berbaring di kasur dan mengganjal kaki dengan beberapa bantal yang ditumpuk. Cara ini bisa membantu mengalirkan cairan kembali ke arah jantung. 
  • Minum banyak air untuk membuang cairan ekstra dan sodium yang tersimpan dalam tubuh. 
  • Gunakan kaos kaki kompresi untuk meningkatkan sirkulasi darah, apalagi jika Bunda terpaksa duduk dalam satu posisi dalam waktu yang lama, misalnya saat bepergian jarak jauh. 
  • Hindari beraktivitas di luar rumah saat cuaca panas dan lembap. 
  • Naikkan kaki beberapa kali jika Bunda berdiri dalam waktu yang lama. 
  • Hindari sepatu berhak tinggi dan gunakan sepatu yang nyaman. 
  • Konsumsi lebih banyak makanan yang mengandung potassium seperti pisang dan avokad untuk mengeluarkan tumpukan sodium dalam tubuh. 
  • Kurangi konsumsi makanan asin seperti makanan kaleng, fast food, dan keripik. 

Semoga cara tersebut bisa membantu mengurangi ketidaknyamanan yang dirasakan saat mengalami bengkak ya, Bun.

Continue Reading

Trending