fbpx
Connect with us

Persalinan

Cara Mengatasi Nyeri Persalinan

mm

Published

on

nyeri persalinan
Mengatasi nyeri persalinan, begini caranya.

Tahukah Bunda, ternyata rahim tempat janin berkembang memiliki banyak otot yang dapat berkontraksi. Gerakan otot ini berguna saat meluruhkan dinding rahim ketika kita mengalami mens, serta untuk mengeluarkan bayi pada proses persalinan. Saat melahirkan, kontraksi tersebutlah yang menjadi sumber utama nyeri yang Bunda rasakan. 

Selain kontraksi otot yang intens di sekitar area perut, dan dapat juga dirasakan di seluruh bagian torso dan area panggul, tekanan juga dapat dirasakan di punggung, perineum, ginjal dan lambung. Seperti yang terjadi saat Bunda menstruasi, meski hanya bersumber dari kontraksi dinding rahim yang meluruhkan jaringan, nyerinya bisa terasa hingga ke organ lain. 

Rasa nyeri saat persalinan datang secara bertahap dan kemudian semakin meningkat intensitasnya seiring waktu. Meski demikian, derajat nyeri persalinan bisa dirasakan berbeda-beda pada setiap ibu. Mengapa? 

Faktor yang menentukan kadar nyeri persalinan yang dirasakan 

Seberapa nyeri persalinan yang akan Bunda rasakan? Jawabannya tergantung pada beberapa faktor, termasuk: 

  • Kekuatan kontraksi 
  • Apakah proses bukaan berlangsung secara alami atau melalui induksi. Proses induksi dengan obat diketahui dapat menyebabkan kontraksi yang lebih kuat. 
  • Posisi dan ukuran bayi di dalam panggul. 
  • Apakah bayi menghadap atas (mendangak) atau bawah (menunduk)
  • Kecepatan proses persalinan 

Selain hal di atas, kombinasi faktor genetis dan pengalaman juga menentukan kemampuan Bunda dalam menahan rasa nyeri. Begitu pula dengan ada tidaknya dukungan emosional, rasa takut, kecemasan dan bahkan cerita-cerita persalinan yang pernah Bunda dengar sebelumnya, dapat memengaruhi ketahanan Bunda dalam merasakan nyeri persalinan

Cara alami mengurangi nyeri persalinan

Persalinan memang menimbulkan rasa sakit, tapi fokuslah pada hal positif yang akan Bunda alami, yaitu kelahiran buah hati ke dunia. Selain itu, pada prosesnya Bunda bisa menerapkan beberapa cara untuk mengurangi nyeri persalinan secara alami. Berikut ini beberapa cara yang bisa Bunda terapkan. 

TENS atau Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation 

TENS adalah alat yang bekerja dengan mengirimkan sengatan listrik ringan untuk mencegah sinyal rasa nyeri akibat kontraksi sampai ke otak atau sumsum tulang belakang. Selain meredakan nyeri persalinan, TENS juga bisa digunakan pada usia kehamilan 36 minggu, khususnya pada Bunda yang mengalami nyeri punggung atau kontraksi Braxton Hicks. 

Mesin TENS memiliki kawat-kawat tipis yang terhubung ke empat elektroda atau plester yang kemudian ditempelkan pada punggung bagian bawah. Mesin ini akan mengirimkan sengatan listrik kecil ke titik saraf di otak yang akan memblokir sinyal nyeri dari kontraksi rahim. Sengatan ini juga dapat merangsang otak untuk memproduksi enkephalin dan endorfin yang diketahui dapat meredam nyeri. 

Kadar sengatan listrik di mesin TENS ini dapat disesuaikan seiring proses persalinan. Sengatan yang lebih kuat dikatakan dapat meredam nyeri dari kontraksi yang semakin meningkat. TENS lebih efektif jika digunakan di tahap awal persalinan, terutama untuk rasa nyeri yang dirasakan di sekitar area punggung bawah. 

Ada beberapa keunggulan penggunaan TENS yaitu Bunda tetap dapat bergerak aktif selama persalinan dan dapat dikombinasikan dengan metode pereda nyeri lainnya. 

Kekurangannya adalah, belum banyak penelitian yang melihat dampak penggunaan TENS terhadap keselamatan bayi, sehingga risiko pada janin tetap perlu dicermati. Selain itu, penggunaan plester yang menyatu dengan kabel di punggung Bunda membuat pijatan di area tersebut tidak dimungkinkan. Cara ini juga tidak memungkinkan Bunda untuk melahirkan di dalam air atau suntik epidural

Bergerak

Tetap aktif selama proses persalinan bisa membantu Bunda meredam nyeri dan mengurangi panjang waktu persalinan. Meskipun ada keinginan untuk beristirahat di antara waktu kontraksi, sesungguhnya bergerak merupakan insting tubuh saat menghadapi nyeri kontraksi. 

Berjalan, duduk di atas bola fitness atau birthing ball, berayun di atas kursi goyang atau berganti-ganti posisi bisa membantu Bunda merasa nyaman selama menghadapi kontraksi. Pergerakan ini menjadi terbatas saat Bunda harus menggunakan kardiotokografi untuk memonitor kondisi janin atau jika Bunda mengenakan infus. 

Hipnotis

Melahirkan dengan teknik hypnobirthing semakin banyak digunakan untuk meredam rasa nyeri saat melahirkan. Teknik ini menggunakan teknik visualisasi dan pernapasan untuk sampai ke tahap relaks dan menghilangkan rasa takut. 

Bagaimana teknik ini bekerja meredam rasa sakit? Hypnobirthing merupakan teknik yang dikembangkan dari sindrom “takut-tekanan-sakit” yang pertama kali dijelaskan oleh dokter kandungan asal Inggris, Grantly Dick-Read. Ia percaya bahwa rasa takut membuat tubuh tidak dapat mengeluarkan hormon yang dapat membuat tubuh merasa nyaman, yaitu endorfin dan enkephalins. Ia berteori bahwa jika rasa takut dihilangkan, maka Bunda dapat melahirkan secara alami. 

Dengan hypnobirthing, ibu yang melahirkan tetap sadar penuh dan mengalami proses seperti biasa, hanya saja tubuh dan pikiran menjadi lebih relaks cenderung seperti akan tidur. Untuk mempelajari teknik hypnobirthing, Bunda dan Ayah dapat mengikuti kelas yang terdiri dari beberapa sesi. 

Akupunktur

Teknik ini menggunakan jarum halus yang ditusukkan pada area tubuh tertentu dengan tujuan merangsang produksi hormon endorfin yang dapat mengurangi rasa sakit. 

Teknik tradisional dari China ini dipercaya dapat mengatur aliran energi dalam tubuh, mengurangi sakit dan mengembalikan keseimbangan energi dalam tubuh. 

Akupunktur tidak memiliki efek samping yang membahayakan ibu maupun bayi dalam kandungan. Tusukan jarum halus akan diterapkan pada bagian yang tidak mengganggu gerakan ibu. Jika Bunda memutuskan untuk memilih metode ini, sebaiknya mencari ahli akupunktur yang sudah terbiasa menerapkan teknik ini pada ibu hamil, ya. 

Aromaterapi 

Minyak esensial yang diperoleh atau disuling dari tanaman ternyata memiliki efek pengobatan. Penggunaan minyak esensial dalam proses persalinan bisa membantu ibu merasa relaks. Beberapa jenis minyak, seperti lavender, terbukti dapat mengurangi kecemasan dalam proses persalinan. Cara penggunaannya yaitu dengan kompres panas dan kompres dingin atau dengan memijatkan minyak tersebut (setelah dicampur dengan minyak carrier) ke kulit. 

Akan tetapi, hanya gunakan aroma yang memang sudah terbukti aman ya Bunda. Ada juga ahli yang melarang penggunaan aromaterapi karena beberapa aroma ternyata dapat berbahaya bagi ibu hamil. 

Demikian penjelasan mengenai beberapa cara yang dapat Bunda terapkan untuk mengurangi rasa nyeri persalinan. Sebelum memilih salah satu teknik, ada baiknya Bunda mendiskusikan cara apa yang akan diterapkan dengan dokter atau bidan yang akan menangani persalinan nanti. Mereka dapat memberi masukan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Bunda. Selamat mencoba!

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pasca

Pemulihan setelah Melahirkan Berbeda-beda untuk Setiap Ibu, Ini Alasannya

mm

Published

on

pemulihan setelah melahirkan

Tentu saja, setelah melahirkan kehidupan Bunda tidak akan sama seperti sebelumnya. Kehadiran si kecil di dalam keluarga, selain menghadirkan kebahagiaan, juga menambah banyak tugas baru. Adalah sangat wajar jika Bunda merasa kewalahan. Apalagi di saat yang bersamaan, banyak perubahan dalam tubuh Bunda yang memerlukan perhatian khusus, dari payudara yang mulai memproduksi ASI, perdarahan nifas, kram perut, belum lagi hormon yang masih menyesuaikan diri.

Ya, semua orang akan menghadapi perubahan ini dengan cara yang berbeda-beda. Pemulihan setiap ibu yang baru melahirkan juga berbeda-beda. Tidak adil rasanya jika Bunda membandingkan diri dengan apa yang Bunda lihat dari luaran saja, misalnya postingan ibu-ibu instagram yang tampak indah. Bahkan bukan tidak mungkin, hal ini membuat Bunda merasa lebih tertekan. 

Daripada membanding-bandingkan, yuk ketahui apa yang sebenarnya Bunda jalani pada masa pemulihan setelah melahirkan. 

Proses pemulihan setelah melahirkan

Apapun cara melahirkan yang telah Bunda jalani, tubuh Bunda mengalami proses berat yang tidak biasa. Selama sembilan bulan lebih tubuh memelihara janin dalam rahim, menjaganya terus bertumbuh dengan memenuhi semua kebutuhannya, diikuti dengan proses melahirkan. Tentu saja tubuh perlu waktu untuk memulihkan diri. Setelah melahirkan Bunda akan mengalami masa nifas dan merasakan kontraksi rahim selama beberapa waktu. 

Di masa ini mungkin Bunda akan merasa kurang nyaman saat berjalan-jalan atau naik-turun tangga. Tidak hanya tubuh yang menyesuaikan, suasana hati pun akan naik dan turun. Merasa gembira, kemudian sedih tanpa alasan khusus. 

Semua itu normal saja ya, Bunda. Ingatlah bahwa pada saat yang bersamaan Bunda juga perlu memenuhi kebutuhan ASI si kecil, mengatasi waktu tidur yang kurang, dan banyak hal lain. Perawatan diri sendiri, atau self care, dan yang paling utama juga self-kindness (rasa sayang terhadap diri sendiri) jadi kunci yang amat penting untuk menjalani pemulihan setelah melahirkan. 

Pemulihan setelah melahirkan bisa jadi lebih lama karena…

Jika Bunda merasa tidak juga kembali ke kondisi semula, baik secara fisik maupun mental, bisa jadi beberapa faktor ini menjadi penyebabnya. 

Persalinan yang menantang 

Setiap ibu menjalani proses melahirkan yang berbeda-beda, beberapa lancar tanpa gangguan, beberapa lagi mengalami komplikasi dan tindakan khusus. Persalinan caesar memerlukan pemulihan yang lebih lama dibanding per vaginam, sebab proses bedah yang cukup kompleks. 

Belum lagi, ada faktor emosional yang ikut memengaruhi. Misalnya jika Bunda mengalami proses melahirkan yang kurang menyenangkan, bayi mengalami stres, atau rasa kecewa karena tidak dapat melalui proses melahirkan yang direncanakan bahkan ditulis dalam birth plan. Jika secara emosional Bunda merasa kecewa, bukan tidak mungkin hal ini akan berkembang menjadi depresi pasca persalinan, kecemasan dan bahkan trauma. 

Kebutuhan medis 

Ada Bunda yang mengalami infeksi pada luka caesar, bertarung dengan kondisi kesehatan khusus, produksi ASI yang rendah, mastitis, payudara bengkak, wasir dan sembelit… semua kondisi ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Bahkan berpotensi membuat Bunda merasa lelah dan kewalahan. Kondisi ini, ditambah energi yang harus dikerahkan untuk merawat bayi baru lahir, bisa membuat pemulihan setelah melahirkan menjadi lebih lama. 

Bukan anak pertama

Ibu yang baru pertama kali melahirkan dan memiliki kondisi tubuh yang prima sebelum hamil, akan lebih mudah dan cepat kembali pulih. Namun jika ini adalah kelahiran anak kedua atau ketiga, biasanya perlu waktu lebih lama bagi ibu untuk kembali pulih. Selain itu, kelahiran anak kedua atau lebih biasanya dialami saat usia sudah tidak lagi muda, yang menyebabkan tubuh perlu waktu lebih lama untuk pulih. 

Kurang dukungan 

Menjadi orang tua bukanlah tugas yang mudah, apalagi jika Anda melaluinya seorang diri. Kurangnya sistem pendukung bisa memperpanjang masa pemulihan setelah melahirkan karena Bunda harus melakukan semuanya seorang diri (dari memasak sampai mencuci pakaian). 

Bukan satu-satunya anak 

Sering mendengar nasihat untuk istirahat saat si kecil tertidur. Ya, ini bisa dilakukan kalau saja tidak ada anak lain di rumah. Waktu tidur Bunda sudah tentu akan berkurang. Padahal, waktu tidur yang cukup akan membantu tubuh kembali pulih dengan lebih cepat. 

Bagaimana mengatasinya? 

Agar masa pemulihan dapat Bunda jalani dengan lebih tenang, beberapa cara ini bisa jadi solusi. 

  • Mintalah bantuan. Bantuan sekecil apapun lebih baik daripada tidak ada bantuan sama sekali. Tidak ada asisten yang siap sedia mencuci pakaian atau membereskan rumah? Tidak ada salahnya melirik servis cuci pakaian kiloan. Tidak perlu gengsi dan terlalu perfeksionis. Tidak sempat masak? Coba stok beberapa makanan beku sebagai alternatif. Jangan pula ragu untuk minta bantuan keluarga atau teman terdekat, terutama pada mereka yang memang sudah menyatakan siap membantu sejak awal. 
  • Sesekali keluar rumah. Jika Bunda merasa lesu dan kurang energi, berjalan-jalan di luar rumah dan hirup udara segar. Jika jalan-jalan tidak dimungkinkan karena situasi, coba untuk duduk di teras sambil berjemur dengan si kecil. Sinar matahari bisa membantu memperbaiki suasana hati. 
  • Jalani yang Anda sukai. Luangkan sedikit waktu untuk diri sendiri dengan menjalani hobi. Ya mungkin belum saatnya untuk naik ke atas sepeda gunung, tapi Bunda bisa sisihkan waktu untuk menonton acara favorit. Bahkan mengecat kuku atau menulis curhat di selembar kertas bisa membantu kok, Bun. 
  • Batasi akses ke media sosial. Jika semua usaha tidak berhasil, cobalah untuk menyimpan telepon pintar Anda di dalam laci dan beralih membaca buku. Terkadang melihat feed instagram yang sudah diatur sedemikian rupa membuat kita merasa kecil. 
  • Prioritaskan tidur dan istirahat. Hindari godaan untuk memenuhi semua tugas yang ada dalam daftar. Produktif memang baik, tapi bukanlah prioritas Anda saat ini. Pastikan Bunda mendapat cukup istirahat untuk pemulihan yang optimal. 
  • Jangan lewatkan pemeriksaan pasca persalinan. Cek kondisi fisik dan psikis dengan dokter Bunda enam minggu setelah persalinan. Pemeriksaan ini untuk memastikan apakah Bunda menjalani pemulihan dengan baik tanpa kondisi penyulit. 

Itulah beberapa hal yang menyebabkan pemulihan setelah melahirkan bisa berbeda-beda bagi setiap ibu. Untuk kejernihan pikiran, yang diperlukan saat merawat bayi baru lahir, hindari membandingkan diri dengan ibu lain ya, Bun. Fokus saja dengan apa yang menjadi kebutuhan diri dan si kecil. Selamat menjalani hari-hari baru menjadi ibu dengan bahagia.

Continue Reading

Pasca

Nyeri Perut Pasca Melahirkan, Ini Penyebabnya

mm

Published

on

nyeri perut setelah melahirkan

Masa pasca melahirkan, terutama di enam minggu pertama, adalah masa yang unik dan bisa dibilang rentan bagi ibu yang baru melahirkan. Pasalnya, di masa ini tubuh akan mengalami pemulihan untuk kembali ke kondisi sebelum melahirkan. Pertama, tentu saja tubuh Bunda akan mengalami kelelahan yang luar biasa setelah proses melahirkan, baik per vaginam maupun secara caesar. Selain itu, gejala yang paling sering dirasakan adalah sakit atau nyeri perut. 

Berikut ini beberapa jenis nyeri perut yang biasa dialami Bunda setelah melahirkan, apa penyebabnya, dan bagaimana mengatasinya. 

Nyeri perut akibat kontraksi rahim

Nyeri perut bagian bawah yang dialami setelah melahirkan, biasanya disebabkan oleh rahim yang berkontraksi. Loh, kok masih kontraksi? Iya, Bun… setelah melahirkan rahim masih akan berkontraksi untuk mengerut dan kembali ke ukuran normalnya. Saat ini terjadi, wajar jika Bunda merasakan kram perut. 

Kram yang dirasakan karena kontraksi rahim ini sama seperti kram menstruasi. Biasanya kadar nyeri akan terasa lebih intens pada minggu pertama setelah melahirkan. Akan tetapi, ukuran rahim akan mengecil dalam proses yang berlangsung selama enam minggu. Selama itu pula rasa nyeri bisa Bunda alami. Selain itu, nyeri akibat kontraksi ini akan semakin terasa ketika Bunda menyusui. Ya, proses menyusui akan merangsang hormon oksitosin, hormon yang memicu rahim untuk mengecil. 

Cara mengatasinya:

Rasa nyeri ini sulit untuk dihindari, dan sebenarnya perannya penting untuk mengembalikan kondisi tubuh–terutama rahim–Bunda ke kondisi semula. Akan tetapi, Bunda dapat sedikit meredam rasa nyeri ini dengan mengompres perut menggunakan botol atau kain hangat. Jika dokter menyetujui, Bunda juga dapat mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti obat golongan ibuprofen.

Nyeri perut akibat sembelit

Sakit perut setelah melahirkan juga bisa disebabkan oleh sembelit atau konstipasi. Ada beberapa kemungkinan penyebab konstipasi atau kesulitan buang air besar setelah melahirkan. Mencari penyebabnya akan memudahkan Bunda dalam mengatasi rasa kurang nyaman di perut ini. 

Beberapa hal yang bisa jadi penyebab sembelit setelah melahirkan di antaranya: 

  • Pola makan yang tidak banyak mengandung serat 
  • Perubahan hormon
  • Stres
  • Kurang aktivitas tubuh setelah melahirkan 
  • Sobek atau luka di perineum (area di antara anus dan vagina) yang disebabkan oleh proses persalinan 
  • Wasir (wajar dialami selama kehamilan dan setelah melahirkan) 
  • Rasa nyeri di jahitan episiotomi

Konsumsi obat-obatan juga bisa jadi biang keladi sembelit loh, Bunda. Misalnya anestesi atau obat bius yang digunakan untuk mengatasi rasa nyeri selama atau pasca persalinan. Beberapa jenis suplemen vitamin, seperti zat besi, juga bisa menjadi penyebab dan yang memperparah sembelit. 

Cara mengatasinya

Mengkonsumsi makanan kaya serat (misalnya buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan, polong-polongan dan gandum utuh) dan minum banyak cairan selama kehamilan dan masa pasca persalinan adalah hal penting untuk mencegah sembelit. Konsumsi cukup serat dan tetap terhidrasi adalah dua hal yang bisa mengurangi ketidaknyamanan akibat sembelit. Selain itu, olahraga ringan juga bisa membantu loh, Bun. 

Namun sebelum mulai berolahraga, pastikan Bunda sudah berkonsultasi dengan dokter atau bidan yang sudah menyatakan bahwa Bunda sudah dapat melakukan aktivitas olahraga. Kesiapan ini juga akan dipengaruhi oleh cara Bunda melahirkan, apakah per vaginam atau caesar, serta seberapa aktifnya Bunda sebelum melahirkan. Mulailah dengan berjalan jarak pendek. Bunda bisa membawa si kecil di stroller atau gendongan kemudian berjalan-jalan kecil di luar rumah sambil menghirup udara segar. 

Jika Bunda mengalami wasir, mandi dengan air hangat akan membantu mengatasi rasa nyeri yang dirasakan. Bunda juga dapat mengatasi rasa nyeri pada vagina atau daerah anus dengan obat pereda nyeri. Lagi-lagi, silakan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ya, Bun.

Luka caesar 

Wajar jika Bunda merasakan sakit perut setelah operasi caesar. Rasa nyeri ini timbul dari luka jahitan, baik di perut bagian luar maupun bagian dalam yang sedang menjalani proses penyembuhan. Bunda juga bisa mengalami rasa ngilu di sekitar luka, terutama dua hari pertama setelah melahirkan.

Cara mengatasinya

Hal terbaik yang bisa Bunda lakukan setelah melahirkan caesar adalah memastikan diri mendapat cukup istirahat dan mencegah tekanan ataupun tarikan otot perut. Jangan mengangkat benda berat, yang melebihi berat si kecil. 

Pastikan luka jahitan pulih sempurna. Mintalah bantuan suami, kerabat atau teman untuk membantu tugas-tugas yang sulit dikerjakan sendiri. Jika perlu, sewa jasa asisten rumah tangga atau baby sitter untuk membantu Bunda merawat bayi dan menyelesaikan tugas rumah. Dengan begitu, Bunda dapat memulihkan diri dengan lebih cepat. 

Kapan harus menghubungi dokter?

Jika rasa sakit perut setelah melahirkan yang Bunda rasakan sangat intens, tetap, atau tidak mereda meski telah mengatasi dengan cara-cara yang direkomendasikan di atas, kunjungi dokter untuk berkonsultasi. Tanda-tanda ini bisa mengindikasikan adanya komplikasi seperti infeksi dan wasir. 

Gejala setelah melahirkan yang memerlukan penanganan medis segera di antaranya: 

  • Perdarahan dalam jumlah yang banyak dan berwarna merah cerah
  • Demam 
  • Mual dan atau demam 
  • Rasa sakit yang sangat parah, menetap, atau menjadi lebih parah 
  • Kulit di sekitar jahitan caesar atau perineum yang tegang, kemerahan dan bengkak
  • Cairan vagina atau dubur yang tidak normal 
  • Sakit kepala
  • Nyeri dada dan sesak

Masa pasca persalinan adalah masa pemulihan dan penyesuaian. Meski mendapatkan bantuan dan dukungan, bukanlah masa yang mudah dijalani, baik secara fisik maupun emosional. Coba untuk lebih proaktif dalam menangani gejala yang dirasakan dan utamakan istirahat, dari apapun juga, ya Bun.

Continue Reading

Pasca

12 Jam Pasca Melahirkan, Ini Panduannya

mm

Published

on

pasca melahirkan

Setelah berada di perut Bunda selama kurang lebih 38 minggu, si kecil akan lahir ke dunia. Di tengah kebahagiaan yang akan Bunda rasakan nanti setelah kelahirannya, mungkin terselip perasaan gugup dan bingung tentang bagaimana caranya menjalankan peran sebagai ibu baru. 

Tak perlu pusing dulu, mari fokus pada 12 jam pertama setelah kelahiran bayi. Sebab, waktu ini adalah waktu-waktu krusial untuk membentuk ikatan dengan si kecil sembari Bunda memulihkan diri. Jika saat ini Bunda sama sekali belum terbayangkan bagaimana kondisi 12 jam pertama pasca melahirkan nanti, ini kami berikan panduannya.

1-2 Jam Pertama

Bayi yang lahir dengan sehat dan tanpa indikasi abnormal akan langsung diposisikan di lengan Bunda. Inilah momen ajaib di mana Bunda pertama kali menyentuh kulitnya. Sembari Bunda menimangnya, tenaga kesehatan akan memotong tali pusat bayi begitu berhenti berdetak. Bunda pun mesti bersiap untuk mengejan sekali lagi untuk mengeluarkan plasenta. Beberapa ibu yang mengalami sobek perineum juga akan menerima jahitan di fase ini.

Bila Bunda ingin memberikan inisiasi menyusu dini, inilah saatnya. Awalnya, si kecil mungkin hanya akan menyundul-nyundul payudara. Setelah beberapa menit, baru ia akan menemukan cara mengisap payudara Bunda. Pada menit ke-1, 5, dan 10, nakes akan memeriksa skor apgar si kecil sebagai indikator kesehatannya.

2-3 Jam Pertama

Inilah waktunya mengisi bensin! Setelah proses persalinan yang panjang dan melelahkan, Bunda pasti butuh mengisi energi kembali. Dan inilah waktunya menyantap makanan dan menghidrasi diri kembali. Di waktu ini, jika Bunda tak ada keluhan, Bunda juga akan dipindahkan ke ruang perawatan. 

3-4 Jam Pasca Melahirkan

Selain merasa lapar dan haus, Bunda pasti merasa gerah dan lengket pasca melahirkan. Di waktu ini, Bunda sudah bisa membersihkan diri jika sebelumnya tidak diberikan epidural. Bila masih merasa gemetar atau pusing, mintalah bidan atau pasangan untuk mendampingi. Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian, Bunda juga bisa menggunakan bra khusus menyusu agar lebih nyaman saat meng-ASIhi si kecil. Jangan lupa gunakan pembalut khusus nifas untuk menyerap darah. Jika perlu, gunakan underpad sebagai alas di tempat tidur.

5-6 Jam Pasca Melahirkan

Di waktu ini, mungkin Bunda mulai merasa butuh buang air kecil. Urinasi pertama setelah melahirkan, apalagi jika Bunda mendapatkan jahitan, pasti akan meninggalkan rasa nyeri. Untuk mengurangi hal ini, siramkanlah air hangat ke bagian perineum selama buang air kecil.

8 Jam Pasca Melahirkan

Jika bayi Bunda terbangun, tandanya ia lapar. Susuilah sebisa mungkin karena ASI Bunda masih kaya akan kolostrum yang bermanfaat untuk imunitasnya. Pastikan mulut bayi menangkup seluruh areola sebagai tanda pelekatan yang baik. Bila ASI Bunda belum keluar pada waktu ini, jangan panik dan lantas beralih ke susu formula. Beberapa ibu memang baru keluar ASI-nya pada hari kedua atau ketiga. Bayi sendiri bisa bertahan hingga 48 jam setelah dilahirkan tanpa asupan ASI.

9 Jam setelah Melahirkan

Ada beberapa orang yang memilih untuk menjenguk di faskes. Di waktu ini, tamu biasanya mulai berdatangan. Namun, di masa pandemi ini, lebih baik membatasi jumlah tamu ya, Bun. Berilah pengertian kepada kerabat. Untuk hal satu ini, bekerja samalah dengan pasangan dan keluarga dekat untuk memberikan pemahaman.

10 Jam setelah Melahirkan

Inilah waktunya si kecil dicek kesehatannya oleh bidan atau dokter anak. Tenaga kesehatan akan memeriksanya secara lengkap dan mungkin akan menanyakan rupa kotoran pada popoknya. 

11 Jam setelah Melahirkan

Di jam ini, bidan masih akan mengobservasi interaksi Bunda dan si kecil. Apakah segalanya berjalan dengan lancar? Bila Bunda memilih untuk melakukan rawat gabung, Bunda dan Ayah dapat menikmati malam pertama bersama si kecil sebagai keluarga. Atau, jika merasa lelah sekali dan membutuhkan waktu tidur tanpa diganggu, mintalah kepada bidan atau perawat untuk memindahkan si kecil ke ruang perawatan bayi untuk sementara waktu.

12 Jam Setelah Melahirkan

Pada waktu ini, Bunda masih membutuhkan istirahat. Jika si kecil tertidur, inilah saatnya bagi Bunda untuk melanjutkan tidur pula. Batasi kunjungan tamu, tutup tirai tempat tidur, dan jauhkan ponsel. Beristirahatlah seoptimal mungkin.

Bagi Bunda yang menjalani persalinan caesar, di waktu ini Bunda mungkin akan diminta untuk bangkit dari tempat tidur untuk melancarkan sirkulasi darah. Tentunya jika Bunda sudah tak merasa ngantuk dan pusing. Bunda belum diperbolehkan untuk mandi, tapi sebagai gantinya, bidan atau perawat akan membersihkan tubuh Bunda di atas tempat tidur. Jika memang belum sanggup untuk menggendong bayi, mintalah bantuan bidan atau perawat untuk memosisikan si kecil di dada Bunda. 

Bunda, itulah kurang lebih yang akan terjadi dalam kurun waktu 12 jam pasca melahirkan. Pengalaman satu ibu dengan ibu lainnya mungkin akan sedikit berbeda. Yang pasti, tetap nikmati prosesnya ya, agar bahagia dan ASI berlimpah. Semangat!

Continue Reading

Trending