fbpx
Connect with us

Kehamilan

Hal yang Perlu Bunda Lakukan di Trimester Pertama untuk Kehamilan yang Nyaman

mm

Published

on

trimester pertama kehamilan

Saat tahu positif hamil dan memasuki trimester pertama, apa yang Bunda rasakan? Senang? Antusias? Panik? Rasanya semua baur jadi satu ya, Bun. Di trimester pertama kehamilan, memang sangat wajar Bunda merasakan ini semua, apalagi jika ini kebetulan juga merupakan kehamilan pertama saat Bunda belum punya pengalaman terdahulu. 

Positifnya, Bunda mungkin akan lebih rajin mempersiapkan diri untuk mendapatkan kehamilan yang sehat dan prima. Eits, tapi jika berlebihan, yang ada Bunda justru kewalahan loh menyerap berbagai informasi. Untuk menghindari hal ini, simak yuk apa saja sih yang sebenarnya perlu dilakukan di trimester pertama kehamilan agar terasa nyaman.

Terbuka pada Segala Jenis Emosi

Berita kehamilan tidak semata soal perasaan bahagia. Bersamanya mungkin juga datang rasa gelisah, panik, takut, dan khawatir. Dan inilah yang perlu Bunda terima dengan jujur dan terbuka. Tak perlu merasa bersalah jika di awal kehamilan merasa takut dan khawatir, ini wajar kok mengingat kehamilan dan kehadiran seorang anak adalah perubahan besar dalam hidup. 

Bunda pun mesti menghargai pasangan jika ternyata apa yang Bunda rasakan tidak selaras dengan apa yang ia rasakan. Yang penting, komunikasikan dengan pasangan agar bisa dihadapi bersama-sama. Untuk membantu diri sendiri mencurahkan berbagai macam emosi, cobalah untuk membuat jurnal kehamilan untuk mencatat setiap perubahan fisik dan perasaan yang Bunda alami dari hari ke hari.

Temui Tenaga Kesehatan

Walau kehamilan telah dikonfirmasi melalui testpack, memeriksakan diri ke tenaga kesehatan tetap diperlukan. Bunda bisa menemui bidan sebagai langkah awal lalu ke dokter spesialis kandungan untuk melakukan USG. Pemeriksaan USG di trimester pertama kehamilan sangat diperlukan untuk mengonfirmasi usia kehamilan dan untuk memastikan kehamilan terjadi di dalam kandungan. Pasalnya, jika kehamilan terjadi di luar kandungan atau secara medis disebut sebagai kehamilan ektopik, tindakan segera diperlukan agar tidak membahayakan Bunda.

Konsumsi Makanan Bernutrisi

Saat ini, Bunda makan untuk berdua, tapi bukan berarti porsinya harus selalu dikali dua ya. Rata-rata, ibu hamil di trimester pertama hanya membutuhkan ekstra 300 kalori atau kira-kira setengah piring saja. Jadi, jangan kalap ya, Bun! Selain memperhatikan jumlah asupan, Bunda juga harus mulai memikirkan jenis asupannya. Pilihlah makanan yang kaya akan protein dan asam folat untuk pertumbuhan janin. Bunda juga mesti menghindari makanan mentah, seperti daging dan telur, untuk menghindari masuknya virus toksoplasma atau bakteri salmonella yang berbahaya bagi janin. Hindari pula produk susu yang tidak dipasteurisasi, ya.

Belajar Cara Menangani Sindrom Trimester Pertama

Banyak ibu hamil yang merasakan morning sickness di trimester pertama, meski ada juga yang tidak. Jika tidak ditangani, morning sickness bisa mengganggu aktivitas. Beberapa hal yang bisa Bunda lakukan untuk mengurangi intensitas mual dan muntah sepanjang trimester adalah dengan mengonsumsi biskuit asin atau permen mint kala mual menyergap. Teh hangat dengan perasan lemon juga membantu. Bila mual dan muntah terus berlanjut hingga Bunda merasa lemas dan tak bertenaga, coba periksakan diri ke dokter atau bidan, ya. Jangan sampai Bunda menderita hiperemesis gravidarum yang berbahaya bagi janin.

Tidur yang Cukup

Rasa letih dan lelah kerap melanda ibu hamil di trimester pertama selain mual dan muntah. Karena itu, usahakan untuk tidur yang cukup di malam hari, yakni sekitar 8 jam. Bila tidur di malam hari tidak cukup, usahakan untuk tidur siang sesaat saja. Bagi ibu bekerja, waktu istirahat siang bisa dimanfaatkan untuk tidur siang sekitar 15 menit. Oh ya, Bun, olahraga juga bisa membantu Bunda untuk memiliki lebih banyak energi, loh. Jadi, usahakan untuk tetap berolahraga selama trimester pertama ini, ya. Bunda bisa jalan kaki atau berenang sebagai alternatif olahraga yang aman untuk bumil.

Bun, itulah beberapa hal yang bisa Bunda lakukan di trimester pertama agar mendapatkan kehamilan yang nyaman. Selamat mencoba!

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kehamilan

Ibu Hamil Makan Nanas? Boleh Nggak, Ya…

mm

Published

on

apakah ibu hamil boleh makan nanas
Ibu hamil makan nanas, amankah?

Mungkin Bunda sering mendengar larangan ibu hamil tidak boleh makan nanas karena konon dapat menyebabkan keguguran. Seberapa jauh kebenaran pernyataan ini? Yuk, simak faktanya. 

Rasa nanas yang manis-asam dan menyegarkan membuatnya banyak disukai orang. Selain dikonsumsi langsung, buah tropis ini pun kerap digunakan dalam resep minuman dan makanan. Misalnya saja es buah atau nasi goreng nanas. 

Tapi… banyak yang bilang kalau nanas tidak boleh banyak dikonsumsi oleh ibu hamil. Adakah kandungan nanas berbahaya bagi ibu hamil? Apakah ada manfaat nanas bagi ibu hamil? 

Nutrisi dalam buah nanas

Seperti buah berwarna kuning lainnya, nanas banyak mengandung vitamin C yang baik untuk kesehatan, terutama daya tahan tubuh

Selain itu, nanas juga mengandung bromelain, sejenis enzim. Tablet bromelain memang tidak disarankan untuk dikonsumsi ibu hamil, pasalnya tablet suplemen ini dapat menguraikan protein dalam tubuh yang pada akhirnya memicu perdarahan saat hamil

Meski banyak ditemukan pada inti buah nanas (bagian keras di tengah buah), hanya sedikit yang terdapat pada daging buah yang umumnya dikonsumsi. Jumlah bromelain dalam satu porsi nanas tidak akan memberikan dampak buruk bagi kehamilan. 

Intinya, jika dikonsumsi dalam jumlah normal, nanas tidak akan memberikan dampak buruk bagi kehamilan Bunda. Bahkan menurut sebuah penelitian yang dilansir di situs Babycenter.com, diperlukan setidaknya sebanyak delapan buah nanas untuk memicu kontraksi atau melunakkan leher rahim ibu hamil. 

Manfaat nanas untuk ibu hamil

Mengingat berbagai kandungan vitamin dan mikronutrisi lain di dalam nanas, tidak ada salahnya menambahkan buah ini dalam konsumsi sehari-hari Bunda. 

Berikut ini manfaat nanas untuk ibu hamil: 

  • Nanas merupakan sumber vitamin C yang sangat baik. Satu mangkuk nanas dapat menambah 80 sampai 85 mg asupan vitamin C, atau cukup memenuhi kebutuhan harian vitamin C bagi ibu hamil. Vitamin ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan memperbaiki serta mencegah kerusakan sel. Vitamin C juga membantu produksi kolagen, sebuah struktur kolagen yang bertanggung jawab untuk perkembangan kulit, tulang, sendi, dan tulang rawan janin. 
  • Menjaga kesehatan tulang. Nanas juga mengandung mangan, mineral yang membantu meningkatkan kesehatan tulang dan mencegah risiko osteoporosis, kondisi kekeroposan tulang. 
  • Mengatur fungsi sistem saraf. Nanas mengandung vitamin B1 atau thiamin, yang mengatur fungsi jantung dan sistem saraf. 
  • Mencegah anemia. Selama hamil, tubuh Bunda akan mengandung lebih banyak sel darah merah, yang diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan organ dan peredaran oksigen. Untuk memenuhi kebutuhan ini diperlukan asupan makanan yang tepat. Nanas dengan kandungan vitamin B6 dapat meningkatkan produksi sel darah merah, sehingga membantu mencegah anemia. Vitamin ini juga memproduksi antibodi dan mengurangi gejala mual di pagi hari. 

Kenali pula risikonya

Konsumsi nanas dalam jumlah wajar tidak akan menimbulkan risiko. Akan tetapi, jika dikonsumsi secara berlebihan, nanas bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan, khususnya bagi ibu hamil. 

Berikut ini beberapa risiko konsumsi nanas berlebihan:

  • Asam lambung. Nanas mengandung asam yang dapat meningkatkan tingkat asam di lambung dan menyebabkan heartburn atau sensasi panas di dada hingga tenggorokan. Jadi jika Bunda mempunyai masalah asam lambung, sebaiknya hindari konsumsi nanas ya. 
  • Keguguran atau persalinan prematur. Akumulasi bromelain dalam tubuh dapat melunakkan leher rahim dan menyebabkan keguguran atau persalinan prematur. Selain itu juga bisa menimbulkan kontraksi rahim, gatal-gatal dan muntah selama trimester pertama kehamilan. 
  • Meningkatkan gula darah. Nanas juga mengandung banyak gula, sehingga tidak cocok dikonsumsi untuk ibu hamil yang mengidap diabetes gestasional
  • Meningkatkan berat badan. Nanas merupakan buah yang tinggi kandungan kalorinya sehingga tidak direkomendasikan bagi ibu hamil yang obesitas. 
  • Menyebabkan diare. Bromelain dalam nanas juga bisa memicu diare jika dikonsumsi dalam jumlah yang sangat banyak. 

Itulah beberapa manfaat maupun risiko konsumsi nanas oleh ibu hamil. Pada dasarnya, konsumsi dalam jumlah wajar adalah aman ya, Bun. Jadi tidak perlu menghindari nanas sama sekali saat hamil.

Continue Reading

Kehamilan

Benarkah Minyak Zaitun Bermanfaat untuk Bumil?

mm

Published

on

manfaat minyak zaitun untuk ibu hamil
Minyak zaitun bermanfaat baik bagi ibu hamil maupun calon bayi.

Minyak zaitun kerap menjadi pilihan yang lebih menyehatkan untuk menggoreng. Karena itulah, orang yang ingin menjalani pola hidup sehat biasanya “hijrah” dari minyak goreng biasa ke minyak zaitun. Namun, apakah aturan ini berlaku pula untuk ibu hamil? Apakah minyak zaitun juga memiliki manfaat untuk ibu hamil?

Apakah Minyak Zaitun Bermanfaat bagi Ibu Hamil?

Ternyata jawabannya adalah iya. Sama seperti manfaat minyak zaitun pada umumnya, konsumsi minyak zaitun pada ibu hamil juga memiliki segudang manfaat. Ini karena minyak zaitun mengandung lemak baik yang bagus untuk tubuh. Tak hanya itu, minyak zaitun juga mengandung vitamin A dan omega 3 yang tentunya baik bagi bumil. Inilah beberapa manfaat minyak zaitun pada ibu hamil.

Menghindarkan Ibu Hamil dari Infeksi

Saat hamil, imun tubuh biasanya akan melemah. Dan dengan begitu, Bunda akan lebih mudah terserang infeksi. Salah satu cara agar Bunda tidak mudah terkena infeksi adalah dengan mengonsumsi pangan yang mengandung vitamin A. Minyak zaitun adalah salah satu sumbernya.

Mengurangi Risiko Stretch Mark dan Puting Kering

Tak hanya dikonsumsi, minyak zaitun juga bermanfaat sebagai pemakaian luar. Saat hamil, Bunda pasti rentan mengalami stretch mark karena kulit yang tiba-tiba melar. Untuk mengurangi risiko ini, Bunda dapat mengoleskan minyak zaitun ke area perut dan paha. Aplikasi minyak zaitun secara rutin dapat membuat Bunda terhindar dari stretch mark loh! Kalaupun stretch mark muncul, biasanya tidak akan terlalu parah dan cenderung samar.

Oh ya, aturan aplikasi yang sama bisa Bunda terapkan pada puting. Menjelang persalinan, puting maupun areola biasanya akan kering dan pecah-pecah. Jika dibiarkan, tentu akan membuat Bunda tidak nyaman. Aplikasikanlah minyak zaitun untuk meredakan gejalanya. Namun, pemakaian minyak zaitun pada puting tidak disarankan saat si kecil sudah lahir ya. Khawatir minyak zaitun yang menempel pada puting akan tertelan oleh bayi.

Manfaat Minyak Zaitun pada Bayi

Rupanya, minyak zaitun yang dikonsumsi semasa kehamilan tidak hanya bermanfaat bagi Bunda saja, tetapi juga bagi bayi yang dikandung. Inilah sejumlah manfaat yang bisa diperoleh.

Baik untuk Perkembangan Otak dan Jantung Janin

Minyak zaitun yang kaya dengan omega 3 sangatlah baik untuk perkembangan jantung janin. Pun, bayi yang lahir dari ibu yang mengonsumsi minyak zaitun selama kehamilan, memiliki proses belajar yang lebih baik.

Refleks Psikomotor yang Lebih Baik

Seperti dilansir dari momjunction.com, bayi yang lahir dari ibu yang rutin mengonsumsi minyak zaitun selama kehamilan juga terbukti memiliki refleks psikomotor yang lebih baik. 

Berkaitan dengan Rendahnya Risiko Mengi

Mengi atau nafas dengan suara tinggi adalah salah satu hal yang kerap terjadi pada bayi. Tahukah, Bunda? Sebuah studi yang dipublikasikan oleh Pediatric Pulmonology menunjukkan bahwa konsumsi minyak zaitun selama kehamilan berkaitan dengan rendahnya kejadian mengi pada bayi di satu tahun pertama kehidupannya. Luar biasa, bukan?

Cara Mengonsumsi Minyak Zaitun selama Kehamilan

Setelah tahu manfaat minyak zaitun bagi ibu hamil dan janin, Bunda tak perlu ragu lagi untuk mengonsumsi minyak satu ini selama kehamilan. Namun, bagaimana sih konsumsi yang disarankan? 

Untuk mengonsumsi minyak zaitun selama kehamilan, Bunda bisa menggunakannya sebagai alternatif minyak untuk menggoreng atau memanfaatkannya sebagai salad dressing. Mengenai seberapa banyak konsumsi minyak zaitun dalam sehari, Bunda bisa mengonsultasikannya pada dokter masing-masing karena dokter pasti akan melihat riwayat kesehatan Bunda.

Bunda, itulah informasi seputar manfaat minyak zaitun bagi ibu hamil. Selamat menjalani hidup yang lebih sehat!

Continue Reading

Kehamilan

Benarkah Aspirin Bisa Meningkatkan Risiko Keguguran? Ini Faktanya

mm

Published

on

aspirin keguguran
Studi mengenai dampak aspirin pada keguguran memiliki hasil beragam.

Aspirin atau yang dikenal dengan asam asetil salisilat merupakan obat dengan beragam manfaat, mulai dari meredakan demam, nyeri, hingga dimanfaatkan untuk pengobatan jantung dan pengenceran darah. Obat satu ini lazimnya dikonsumsi atas resep dokter. Namun, ada pula jenis aspirin yang dapat dibeli bebas di apotek atau toko obat.

Meski beberapa jenis aspirin dapat dibeli bebas, Bunda mesti hati-hati mengonsumsinya, terutama bagi yang tengah hamil. Pasalnya, beberapa temuan mengaitkan aspirin dengan risiko keguguran. Walau temuan terkait hal ini masih penuh perdebatan, tak ada salahnya jika kita waspada, bukan? 

Aspirin dan Risiko Keguguran

Aspirin adalah salah satu jenis obat anti-inflamasi nonsteroid. Dilansir dari verywellfamily.com,  salah satu studi pada awal tahun 2000-an menunjukkan adanya peningkatan risiko keguguran sebesar 80% pada perempuan hamil yang mengonsumsi jenis obat ini. Studi lainnya pada tahun 2003 mencatat temuan yang sama, yakni penggunaan obat anti-inflamasi nonsteroid dapat meningkatkan potensi keguguran.

Meski telah ada dua studi yang mengaitkan penggunaan obat anti-inflamasi nonsteroid dengan keguguran, yang mana aspirin termasuk di dalamnya, hasil ini belum sepenuhnya meyakinkan. Mengapa? Karena bisa jadi penyebab keguguran pada partisipan dalam studi bukanlah penggunaan aspirin itu sendiri, melainkan penyakit awal yang diderita si ibu hamil yang membuatnya mengonsumsi aspirin. Hal seperti ini tidak dijelaskan dalam studi. Pun, temuan dari studi lainnya sangatlah beragam sehingga kesimpulannya belum jelas betul.

Bisakah Aspirin Mencegah Keguguran?

Meski beberapa studi mengaitkan penggunaan aspirin dengan peningkatan risiko keguguran, ada pula studi yang menunjukkan hal sebaliknya. Hmm, kontradiktif sekali, ya?

Namun, hal ini menjadi masuk akal mengingat aspirin kerap dimanfaatkan sebagai obat pengencer darah. Nah, aspirin mungkin saja bermanfaat bagi perempuan yang mengalami keguguran berulang karena sindrom antifosfolipid atau sindrom kekentalan darah. Penggunaan aspirin dalam dosis rendah, atas saran dokter tentunya, dapat menghambat terbentuknya gumpalan darah. Aliran darah menuju janin pun akan lebih lancar sehingga risiko keguguran dapat dihindari.

Bermanfaat bagi Kehamilan Berikutnya

Disadur dari WebMd, konsumsi aspirin rupanya juga bermanfaat bagi kehamilan berikutnya pada perempuan yang pernah mengalami satu atau dua keguguran. Ashley Naimi, Profesor Epidemiologi Emory University, mengatakan bahwa hal ini mungkin terjadi karena sifat aspirin sebagai anti-inflamasi. Yang mana, keguguran mungkin terjadi karena inflamasi yang tidak terdeteksi.

Dalam studinya yang dipublikasikan dalam Annals of Internal Medicine, sekitar 1.200 partisipan yang memiliki riwayat 1 hingga 2 keguguran terlibat. Hasilnya, perempuan yang mengonsumsi aspirin dosis rendah sebanyak 5 hingga 7 kali per minggu lebih mungkin untuk hamil kembali dan melahirkan bayi yang sehat dibanding yang tidak mengonsumsi aspirin. Menarik sekali ya, Bun, temuannya.

Itulah Bunda beragam temuan yang membahas keterkaitan aspirin dengan risiko keguguran. Untuk sampai pada kesimpulan yang adekuat, masih diperlukan penelitian lagi. Yang terpenting, jika saat ini Bunda sedang hamil, lebih baik berkonsultasi dulu dengan nakes sebelum mengonsumsi obat apapun, termasuk aspirin. Semoga sehat selalu ya, Bun.

Continue Reading

Trending