fbpx
Connect with us

Kehamilan

Vitamin Ibu Hamil dari Bidan, Apa Saja Fungsinya?

mm

Published

on

Vitamin ibu hamil dari bidan
Ada setidaknya 4 jenis vitamin ibu hamil dari bidan yang akan Bunda terima setelah pemeriksaan kehamilan.

Asupan nutrisi berkualitas merupakan kunci perkembangan janin dalam kandungan ibu hamil. Sebab itulah, Bunda disarankan untuk menjaga pola makan yang sehat dan bergizi, untuk memenuhi semua kebutuhan nutrisi selama hamil. 

Akan tetapi, tidak semua nutrisi tersebut dapat dipenuhi dari makanan yang Bunda konsumsi. Apalagi ada beberapa jenis nutrisi yang perlu dipastikan kecukupannya, demi memastikan kehamilan yang sehat dan nyaman. Sebut saja zat besi yang sangat diperlukan ibu hamil untuk memastikan janin bertumbuh optimal. 

Lalu apa saja vitamin ibu hamil dari bidan dan apa saja fungsinya? Disimak yuk, Bun. 

Suplemen Zat Besi

Tahukah, Bunda? Kekurangan zat besi selama hamil bisa berakibat fatal bagi Bunda dan janin. Pasalnya zat besi memiliki peran yang sangat penting selama proses kehamilan. Adalah zat besi yang memastikan suplai oksigen dan nutrisi ke janin berjalan lancar. Baik oksigen maupun nutrisi penting bagi tumbuh kembang janin. 

Oleh sebab itu, kekurangan zat besi diketahui dapat menghambat pertumbuhan janin dan juga meningkatkan risiko perdarahan saat persalinan pada ibu. Lebih lanjut, kekurangan zat besi ini bisa menimbulkan kerugian jangka panjang bagi janin. Bayi yang selama dalam kandungan kekurangan asupan nutrisi dan oksigen dapat mengalami apa yang disebut stunting intrauterine yang sangat potensial berlanjut menjadi stunting dalam perkembangan usianya. 

Kebutuhan zat besi pada ibu hamil adalah sekitar 800 mg per hari. Dikutip dari situs Kementerian Kesehatan Indonesia, 300 mg dari kebutuhan tersebut adalah untuk janin dan 500 mg diperlukan untuk menambah massa hemoglobin maternal. Sayangnya, kebutuhan ini tidak dapat dipenuhi hanya dengan konsumsi makanan sehari-hari. 

Suplementasi yang diberikan oleh bidan dalam bentuk tablet tambah darah (TTD) mengandung 200 mg ferro sulfat atau setara dengan 60 mg besi elemental. Bidan akan merekomendasikan ibu hamil untuk mengonsumsi TTD sebanyak 10 butir setiap bulannya. 

Asam folat

Nutrisi yang satu ini punya peran yang tak kalah krusial dalam kehamilan Bunda. Asam folat diketahui dapat mencegah terjadinya cacat janin, terutama cacat pada sistem saraf bayi. Cacat bayi ini dapat berkembang saat janin masih berusia 28 hari, yakni di saat banyak ibu belum menyadari kehamilannya. 

Mengingat perannya yang penting, asam folat juga disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu yang sedang mempersiapkan kehamilan. Tentunya hal ini dapat mencegah cacat sistem saraf berkembang saat ibu tidak menyadarinya. 

Kebutuhan asam folat pada ibu hamil adalah berkisar antara 400-800 mikrogram per hari sampai usia kehamilan mencapai 3 bulan. Selain dari konsumsi makanan yang tinggi asam folat, suplementasi juga sangat diperlukan. Hal ini memastikan ibu tidak kekurangan asam folat, terutama di trimester pertama kehamilan. Apalagi di saat ini banyak ibu mengalami kesulitan menjaga pola makan sehat dikarenakan gangguan pola makan atau ngidam.

Suplementasi asam folat yang dianjurkan adalah 400 mikrogram per hari. Akan tetapi dosis ini perlu disesuaikan dengan kebutuhan individual ibu hamil. Pada kondisi hamil kembar misalnya, dosis perlu ditingkatkan. Begitu pula pada ibu hamil yang pernah mengandung anak dengan kondisi cacat tulang belakang atau penyakit jantung bawaan. Bidan akan memperhatikan risiko tersebut dan memberikan dosis yang sesuai untuk Bunda. 

Kalsium

Ketika hamil, Bunda perlu mengasup kalsium setidaknya 1.000 mg per hari. Meningkatnya kebutuhan kalsium selama kehamilan diperlukan untuk mendukung kesehatan tulang dan gigi Bunda serta janin. Kalsium juga diperlukan dalam perkembangan organ jantung, saraf, dan otot si kecil dalam kandungan. 

Tidak hanya itu, kalsium juga memiliki peran penting dalam mengurangi risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi dan preeklampsia pada ibu hamil. Konsumsi makanan tinggi kalsium bisa membantu memenuhi kebutuhan kalsium selama hamil. Misalnya susu rendah lemak, keju, yogurt, sayuran hijau, kacang-kacangan atau produk olahannya seperti kacang, tahu dan susu kedelai atau susu almond. 

Untuk memastikan tercukupinya asupan kalsium, terutama pada ibu hamil yang mengalami kesulitan memenuhinya dari asupan makanan sehari-hari, suplementasi pun diperlukan. Bidan akan memberikan kalsium tambahan dalam jumlah yang sesuai dengan kondisi masing-masing ibu.

Vitamin D

Vitamin ini diketahui memiliki peran penting dalam metabolisme tulang. Selain diproduksi oleh tubuh secara alami ketika terpapar sinar matahari, vitamin D juga ditemukan dalam ikan, telur, dan produk fortifikasi.

Kekurangan vitamin D pada ibu hamil, bisa meningkatkan risiko preeklampsia, diabetes gestasional, persalinan prematur, dan kondisi lain yang berhubungan dengan perkembangan jaringan. Sehingga, suplementasi vitamin D dapat membantu ibu hamil dalam menurunkan risiko preeklampsia, berat badan lahir rendah dan persalinan prematur

Suplementasi vitamin D pada ibu hamil sebaiknya dilakukan berdasarkan kondisi spesifik. Untuk itu, konsumsi suplemen vitamin D jika memang disarankan oleh tenaga kesehatan dalam porsi yang dianjurkan. 

Itulah beberapa vitamin ibu hamil dari bidan yang biasanya dianjurkan untuk dikonsumsi. Ada baiknya Bunda berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan suplementasi yang memang sesuai dengan kondisi kesehatan Bunda, ya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kehamilan

Benarkah Minyak Zaitun Bermanfaat untuk Bumil?

mm

Published

on

manfaat minyak zaitun untuk ibu hamil
Minyak zaitun bermanfaat baik bagi ibu hamil maupun calon bayi.

Minyak zaitun kerap menjadi pilihan yang lebih menyehatkan untuk menggoreng. Karena itulah, orang yang ingin menjalani pola hidup sehat biasanya “hijrah” dari minyak goreng biasa ke minyak zaitun. Namun, apakah aturan ini berlaku pula untuk ibu hamil? Apakah minyak zaitun juga memiliki manfaat untuk ibu hamil?

Apakah Minyak Zaitun Bermanfaat bagi Ibu Hamil?

Ternyata jawabannya adalah iya. Sama seperti manfaat minyak zaitun pada umumnya, konsumsi minyak zaitun pada ibu hamil juga memiliki segudang manfaat. Ini karena minyak zaitun mengandung lemak baik yang bagus untuk tubuh. Tak hanya itu, minyak zaitun juga mengandung vitamin A dan omega 3 yang tentunya baik bagi bumil. Inilah beberapa manfaat minyak zaitun pada ibu hamil.

Menghindarkan Ibu Hamil dari Infeksi

Saat hamil, imun tubuh biasanya akan melemah. Dan dengan begitu, Bunda akan lebih mudah terserang infeksi. Salah satu cara agar Bunda tidak mudah terkena infeksi adalah dengan mengonsumsi pangan yang mengandung vitamin A. Minyak zaitun adalah salah satu sumbernya.

Mengurangi Risiko Stretch Mark dan Puting Kering

Tak hanya dikonsumsi, minyak zaitun juga bermanfaat sebagai pemakaian luar. Saat hamil, Bunda pasti rentan mengalami stretch mark karena kulit yang tiba-tiba melar. Untuk mengurangi risiko ini, Bunda dapat mengoleskan minyak zaitun ke area perut dan paha. Aplikasi minyak zaitun secara rutin dapat membuat Bunda terhindar dari stretch mark loh! Kalaupun stretch mark muncul, biasanya tidak akan terlalu parah dan cenderung samar.

Oh ya, aturan aplikasi yang sama bisa Bunda terapkan pada puting. Menjelang persalinan, puting maupun areola biasanya akan kering dan pecah-pecah. Jika dibiarkan, tentu akan membuat Bunda tidak nyaman. Aplikasikanlah minyak zaitun untuk meredakan gejalanya. Namun, pemakaian minyak zaitun pada puting tidak disarankan saat si kecil sudah lahir ya. Khawatir minyak zaitun yang menempel pada puting akan tertelan oleh bayi.

Manfaat Minyak Zaitun pada Bayi

Rupanya, minyak zaitun yang dikonsumsi semasa kehamilan tidak hanya bermanfaat bagi Bunda saja, tetapi juga bagi bayi yang dikandung. Inilah sejumlah manfaat yang bisa diperoleh.

Baik untuk Perkembangan Otak dan Jantung Janin

Minyak zaitun yang kaya dengan omega 3 sangatlah baik untuk perkembangan jantung janin. Pun, bayi yang lahir dari ibu yang mengonsumsi minyak zaitun selama kehamilan, memiliki proses belajar yang lebih baik.

Refleks Psikomotor yang Lebih Baik

Seperti dilansir dari momjunction.com, bayi yang lahir dari ibu yang rutin mengonsumsi minyak zaitun selama kehamilan juga terbukti memiliki refleks psikomotor yang lebih baik. 

Berkaitan dengan Rendahnya Risiko Mengi

Mengi atau nafas dengan suara tinggi adalah salah satu hal yang kerap terjadi pada bayi. Tahukah, Bunda? Sebuah studi yang dipublikasikan oleh Pediatric Pulmonology menunjukkan bahwa konsumsi minyak zaitun selama kehamilan berkaitan dengan rendahnya kejadian mengi pada bayi di satu tahun pertama kehidupannya. Luar biasa, bukan?

Cara Mengonsumsi Minyak Zaitun selama Kehamilan

Setelah tahu manfaat minyak zaitun bagi ibu hamil dan janin, Bunda tak perlu ragu lagi untuk mengonsumsi minyak satu ini selama kehamilan. Namun, bagaimana sih konsumsi yang disarankan? 

Untuk mengonsumsi minyak zaitun selama kehamilan, Bunda bisa menggunakannya sebagai alternatif minyak untuk menggoreng atau memanfaatkannya sebagai salad dressing. Mengenai seberapa banyak konsumsi minyak zaitun dalam sehari, Bunda bisa mengonsultasikannya pada dokter masing-masing karena dokter pasti akan melihat riwayat kesehatan Bunda.

Bunda, itulah informasi seputar manfaat minyak zaitun bagi ibu hamil. Selamat menjalani hidup yang lebih sehat!

Continue Reading

Kehamilan

Benarkah Aspirin Bisa Meningkatkan Risiko Keguguran? Ini Faktanya

mm

Published

on

aspirin keguguran
Studi mengenai dampak aspirin pada keguguran memiliki hasil beragam.

Aspirin atau yang dikenal dengan asam asetil salisilat merupakan obat dengan beragam manfaat, mulai dari meredakan demam, nyeri, hingga dimanfaatkan untuk pengobatan jantung dan pengenceran darah. Obat satu ini lazimnya dikonsumsi atas resep dokter. Namun, ada pula jenis aspirin yang dapat dibeli bebas di apotek atau toko obat.

Meski beberapa jenis aspirin dapat dibeli bebas, Bunda mesti hati-hati mengonsumsinya, terutama bagi yang tengah hamil. Pasalnya, beberapa temuan mengaitkan aspirin dengan risiko keguguran. Walau temuan terkait hal ini masih penuh perdebatan, tak ada salahnya jika kita waspada, bukan? 

Aspirin dan Risiko Keguguran

Aspirin adalah salah satu jenis obat anti-inflamasi nonsteroid. Dilansir dari verywellfamily.com,  salah satu studi pada awal tahun 2000-an menunjukkan adanya peningkatan risiko keguguran sebesar 80% pada perempuan hamil yang mengonsumsi jenis obat ini. Studi lainnya pada tahun 2003 mencatat temuan yang sama, yakni penggunaan obat anti-inflamasi nonsteroid dapat meningkatkan potensi keguguran.

Meski telah ada dua studi yang mengaitkan penggunaan obat anti-inflamasi nonsteroid dengan keguguran, yang mana aspirin termasuk di dalamnya, hasil ini belum sepenuhnya meyakinkan. Mengapa? Karena bisa jadi penyebab keguguran pada partisipan dalam studi bukanlah penggunaan aspirin itu sendiri, melainkan penyakit awal yang diderita si ibu hamil yang membuatnya mengonsumsi aspirin. Hal seperti ini tidak dijelaskan dalam studi. Pun, temuan dari studi lainnya sangatlah beragam sehingga kesimpulannya belum jelas betul.

Bisakah Aspirin Mencegah Keguguran?

Meski beberapa studi mengaitkan penggunaan aspirin dengan peningkatan risiko keguguran, ada pula studi yang menunjukkan hal sebaliknya. Hmm, kontradiktif sekali, ya?

Namun, hal ini menjadi masuk akal mengingat aspirin kerap dimanfaatkan sebagai obat pengencer darah. Nah, aspirin mungkin saja bermanfaat bagi perempuan yang mengalami keguguran berulang karena sindrom antifosfolipid atau sindrom kekentalan darah. Penggunaan aspirin dalam dosis rendah, atas saran dokter tentunya, dapat menghambat terbentuknya gumpalan darah. Aliran darah menuju janin pun akan lebih lancar sehingga risiko keguguran dapat dihindari.

Bermanfaat bagi Kehamilan Berikutnya

Disadur dari WebMd, konsumsi aspirin rupanya juga bermanfaat bagi kehamilan berikutnya pada perempuan yang pernah mengalami satu atau dua keguguran. Ashley Naimi, Profesor Epidemiologi Emory University, mengatakan bahwa hal ini mungkin terjadi karena sifat aspirin sebagai anti-inflamasi. Yang mana, keguguran mungkin terjadi karena inflamasi yang tidak terdeteksi.

Dalam studinya yang dipublikasikan dalam Annals of Internal Medicine, sekitar 1.200 partisipan yang memiliki riwayat 1 hingga 2 keguguran terlibat. Hasilnya, perempuan yang mengonsumsi aspirin dosis rendah sebanyak 5 hingga 7 kali per minggu lebih mungkin untuk hamil kembali dan melahirkan bayi yang sehat dibanding yang tidak mengonsumsi aspirin. Menarik sekali ya, Bun, temuannya.

Itulah Bunda beragam temuan yang membahas keterkaitan aspirin dengan risiko keguguran. Untuk sampai pada kesimpulan yang adekuat, masih diperlukan penelitian lagi. Yang terpenting, jika saat ini Bunda sedang hamil, lebih baik berkonsultasi dulu dengan nakes sebelum mengonsumsi obat apapun, termasuk aspirin. Semoga sehat selalu ya, Bun.

Continue Reading

Kehamilan

Bunda, Pahami Penyebab Pembengkakan yang Terjadi saat Hamil

mm

Published

on

bengkak saat hamil
Bukan hanya perut yang akan membesar selama kehamilan, beberapa hal ini juga.

Tubuh mengalami banyak perubahan selama kehamilan. Di masa awal, banyak calon ibu merasakan kulit yang lebih berkilau atau rambut yang terasa lebih lebat. Namun seiring bertambah besarnya perut, semua gejala kehamilan yang menyenangkan itu berubah dengan kulit yang menjadi lebih gelap, kaki dan tangan yang membengkak, bahkan wajah pun ikut membengkak. Selain kenaikan berat badan, hal ini juga disebabkan perubahan dalam tubuh Bunda. 

Penyebab tubuh bengkak saat hamil 

Tahukah Bunda, tubuh ibu hamil menyimpan lebih banyak cairan di dalam tubuhnya. Selama hamil, volume cairan di dalam tubuh bisa meningkat hingga 8 liter banyaknya, atau 33 cangkir! Wow, banyak ya, Bun! Nggak heran kalau Bunda merasakan tubuh lebih berat.

Tidak hanya cairan, volume plasma tubuh ibu hamil juga meningkat sebanyak 30-50 persen, loh. Itu artinya, total volume darah dalam tubuh Bunda juga meningkat banyak. 

Lantas, ke mana cairan tersebut disimpan? Apakah beredar di dalam tubuh secara merata? 

Beberapa bagian cairan tersimpan dalam sel tubuh untuk menjaga fungsi sel tersebut. Sisa cairan tersebut tersimpan di luar sel untuk meningkatkan sirkulasi oksigen, sistem pembuangan sampah, dan mengontrol aliran elektrolit. 

Sementara peningkatan plasma darah merupakan reaksi dari meningkatnya kebutuhan plasenta dan organ maternal Bunda. Intinya, pertambahan volume plasma atau darah memang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan janin dan organ tubuh Bunda. 

Artinya, semakin bertambah usia janin, semakin meningkat pula kebutuhannya. Menjelang waktu persalinan di trimester ketiga, volume darah di tubuh Bunda pun mencapai puncaknya. Itu sebabnya, pembengkakan pada beberapa bagian tubuh akan sangat terasa di trimester ini. 

Bukan hanya itu yang bisa menyebabkan pembengkakan saat hamil, Bun. Meningkatnya kadar sodium dalam tubuh juga bisa jadi biang keroknya. Pasalnya, sodium mempengaruhi bagaimana tubuh menyerap dan memproses air. Kenaikan kadar sodium sedikit saja bisa menyebabkan pembengkakan. 

Mana yang normal dan yang tidak?

Sebagian besar penyebab pembengkakan saat hamil memang wajar terjadi. Akan tetapi, Bunda juga perlu mewaspadai beberapa penyebab yang tidak wajar. Lalu bagaimana membedakannya? 

Pada dasarnya, tidak perlu panik jika Bunda mengalami bengkak pada kaki, pergelangan kaki, jari-jemari atau tangan. Bunda juga mungkin menyadari kalau pembengkakan ini menjadi lebih parah menjelang akhir hari. Hal ini disebabkan karena cairan ekstra di dalam tubuh kerap berkumpul di bagian tubuh yang terjauh dari jantung sebagai organ pemompa. Selain itu, kondisi cuaca yang panas dan lembap serta aktivitas yang membuat Bunda lebih banyak berdiri juga bisa menyebabkan pembengkakan. 

Akan tetapi, ada beberapa kondisi selama kehamilan yang juga menyebabkan pembengkakan, yaitu preeklampsia dan pembekuan darah. Harap diingat bahwa kedua hal ini merupakan faktor risiko yang perlu dipantau secara serius oleh tenaga kesehatan. Selain itu, pembengkakan yang terjadi karena kedua kondisi ini berbeda dari bengkak biasa. 

Pembengkakan yang terjadi karena preeklampsia biasanya terjadi pada area lengan, muka, dan sekitar mata yang terjadi secara tiba-tiba atau bertahap. Pada pengidap preeklampsia, pembengkakan ini juga diikuti gejala lain seperti rasa sakit kepala yang menetap, gangguan penglihatan, nyeri perut, dan pertambahan berat badan yang terjadi secara tiba-tiba. 

Sementara pembengkakan yang terjadi karena pembekuan darah biasanya juga disertai dengan gejala:

  • Rasa nyeri yang nyata
  • Kulit kemerahan 
  • Area tubuh yang bengkak juga terasa lembek 
  • Hangat jika disentuh

Jika Bunda mengalami gejala-gejala ini, segera menghubungi dokter kandungan atau bidan ya.

Mengatasi pembengkakan normal

Jika pembengkakan yang disebabkan oleh preeklampsia dan pembekuan darah perlu ditangani oleh dokter, maka pembengkakan normal bisa diatasi dengan beberapa cara berikut ini: 

  • Angkat kaki hingga posisinya berada di atas jantung Bunda. Misalnya dengan berbaring di kasur dan mengganjal kaki dengan beberapa bantal yang ditumpuk. Cara ini bisa membantu mengalirkan cairan kembali ke arah jantung. 
  • Minum banyak air untuk membuang cairan ekstra dan sodium yang tersimpan dalam tubuh. 
  • Gunakan kaos kaki kompresi untuk meningkatkan sirkulasi darah, apalagi jika Bunda terpaksa duduk dalam satu posisi dalam waktu yang lama, misalnya saat bepergian jarak jauh. 
  • Hindari beraktivitas di luar rumah saat cuaca panas dan lembap. 
  • Naikkan kaki beberapa kali jika Bunda berdiri dalam waktu yang lama. 
  • Hindari sepatu berhak tinggi dan gunakan sepatu yang nyaman. 
  • Konsumsi lebih banyak makanan yang mengandung potassium seperti pisang dan avokad untuk mengeluarkan tumpukan sodium dalam tubuh. 
  • Kurangi konsumsi makanan asin seperti makanan kaleng, fast food, dan keripik. 

Semoga cara tersebut bisa membantu mengurangi ketidaknyamanan yang dirasakan saat mengalami bengkak ya, Bun.

Continue Reading

Trending