Warning: "continue" targeting switch is equivalent to "break". Did you mean to use "continue 2"? in /home/sehatico/ibu.sehati.co/wp-content/plugins/revslider/includes/operations.class.php on line 2734

Warning: "continue" targeting switch is equivalent to "break". Did you mean to use "continue 2"? in /home/sehatico/ibu.sehati.co/wp-content/plugins/revslider/includes/operations.class.php on line 2738

Warning: "continue" targeting switch is equivalent to "break". Did you mean to use "continue 2"? in /home/sehatico/ibu.sehati.co/wp-content/plugins/revslider/includes/output.class.php on line 3679
Bun, Ini Cara Mengatasi Stres yang Timbul saat Menyusui!
Categories: MenyusuiTips

Bun, Ini Cara Mengatasi Stres yang Timbul saat Menyusui!

Stres dapat menyerang kita kapanpun, terutama di fase kehidupan baru yang belum pernah kita alami sebelumnya. Fenomena ini bisa saja terjadi karena kita masih berusaha beradaptasi dengan rutinitas baru. Bagi seorang ibu baru, fase yang seringkali menimbulkan stres adalah fase menyusui. Ada banyak hal yang bisa jadi penyebabnya. 

Namun, yang terpenting yang perlu Bunda tahu, stres di fase ini akan sangat merugikan Bunda maupun si kecil. Stres saat menyusui bisa menurunkan produksi ASI hingga si kecil akan kekurangan asupan. Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk mengatasi stres selama menyusui. Sebelum menuju ke sana, kenali dulu penyebab stres. Pasalnya, ketika Bunda tahu penyebabnya, mencari strategi untuk mengatasinya pun akan jauh lebih mudah.

Penyebab Stres ketika Menyusui

Ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebab stres saat menyusui bayi. Inilah beberapa di antaranya.

  • Rasa sakit. Proses persalinan sendiri bisa menyisakan rasa sakit pada tubuh. Ditambah dengan proses menyusui yang dapat membuat puting lecet, rasa sakitnya bisa berlipat. Bisa dimengerti jika kemudian Bunda malah trauma menyusui sekaligus merasa bersalah kepada si kecil hingga akhirnya merasa stres.
  • Tidak percaya diri untuk menyusui. Hal ini mungkin saja dialami oleh ibu baru. Kekhawatiran Bunda tentang ukuran payudara, jumlah ASI yang diproduksi, makanan yang dikonsumsi, hingga minimnya dukungan dari orang-orang sekitar untuk memberikan ASI eksklusif bisa berkontribusi terhadap kurangnya rasa percaya diri untuk menyusui.
  • Memiliki masalah menyusui. Pelekatan yang keliru, ASI yang tidak kunjung keluar, hingga timbulnya mastitis bisa membuat Bunda semakin stres dan tidak bersemangat menyusui. 
  • Kondisi bayi. Beberapa bayi memiliki karakter yang tidak rewel dan mudah tertidur di antara waktu menyusui. Sementara itu, ada pula bayi yang sulit tidur dan sering menangis. Jika bayi Bunda seperti ini, kondisinya pasti lebih menantang. Bunda pun lebih berpeluang mengalami stres dan kelelahan.

Cara Mengatasi Stres ketika Menyusui

Stres tak bisa dihindari. Karenanya, kita harus belajar menghadapinya dengan cara yang sehat. Untuk mengenyahkan stres saat menyusui bayi, hal pertama yang harus Bunda lakukan adalah memperhatikan diri sendiri. Istirahatlah yang cukup dan konsumsi makanan sehat. Sebagai ibu baru, hal ini mungkin terasa sangat sulit dijalani. Namun, percayalah, cara ini bisa membuat Bunda merasa lebih baik.

Bila Bunda kewalahan, coba minta bantuan keluarga terdekat yang Bunda percaya untuk membantu. Jadi, sewaktu ia menjaga bayi, Bunda bisa mencoba tidur barang sejenak. Hal lain yang bisa Bunda lakukan untuk mengatasi stres kala menyusui adalah:


Konsultasi dengan konselor laktasi sebelum melahirkan

Bunda bisa mulai menemui konselor laktasi sejak usia kehamilan 28 minggu. Tujuannya adalah agar Bunda paham dan mengetahui pentingnya menyusui, manfaat ASI bagi bayi, bunda dan keluarga, teknik menyusui yang benar, tantangan serta kendala menyusui yang mungkin akan dihadapi, dan bagaimana dukungan suami, orang tua atau mertua. Nah, saat sesi konsultasi ini Bunda hendaknya membawa suami, orang tua/mertua/keluarga terdekat sebagai sistem pendukung saat menyusui nanti.

Berjalan-jalan

Jika memungkinkan, keluar rumahlah sebentar untuk berjalan-jalan. Bunda bisa berjalan kecil di sekitar rumah sambil menghirup udara di pagi hari untuk merilekskan pikiran. Jika membawa si kecil berjalan-jalan terasa membebani, tak apa untuk berjalan sendiri. Pastikan ada orang terpercaya yang menjaga si kecil di rumah.

Latih pernapasan

Metode pernapasan yang betul bisa membuat pikiran lebih rileks. Luangkanlah waktu sebentar di rumah untuk menenangkan diri dan bernapas dengan cara yang betul. Menarik napas dalam-dalam juga bisa membantu Bunda lebih tenang.

Curhat

Yap, berbagi perasaan dengan orang yang tepat dapat membantu mengurangi beban. Entah itu dengan suami, sahabat, atau keluarga. Pilah kepada siapa Bunda harus bercerita supaya tidak semakin stres. Jika merasa tidak ada orang terdekat yang mampu berperan suportif, Bunda dapat bercerita kepada konselor laktasi ataupun psikolog.

Berolahraga

Bunda mungkin sering mendengar bahwa olahraga dapat membantu meredakan stres. Ini benar, Bun. Saat berolahraga, hormon endorfin akan meningkat sedangkan kortisol akan menurun. Mekanisme ini akan membantu Bunda merasa lebih bahagia. Konsultasikan kepada dokter olahraga apa yang paling tepat bagi Bunda, terutama jika Bunda baru menjalani persalinan caesar.

Jauhi alkohol dan obat terlarang

Dua hal ini hanya akan membuat kondisi fisik Bunda lebih buruk. Plus, alkohol dan obat terlarang bisa masuk ke dalam ASI dan berdampak kepada bayi.

Itulah beberapa cara untuk mengatasi stres selama fase menyusui. Jika stres berlanjut dan perasaan sedih menghantui Bunda selama lebih dari dua minggu, segera konsultasikan kepada tenaga medis karena ini bisa menjadi tanda depresi pasca-melahirkan. Semoga fase menyulitkan ini segera berlalu ya, Bun!

Ibu Sehati

Recent Posts

Memahami Perubahan pada Tubuh setelah Keguguran

Bunda mungkin ingat beberapa waktu lalu Chrissy Teigen, istri dari penulis lagu dan penyanyi John…

5 years ago

Simak! Ini Dampak Pandemi bagi Ibu Hamil dan Bayi

Pandemi Covid-19 berdampak pada kita semua. Namun, tahukah, Bunda, bahwa pandemi ini memiliki konsekuensi tersendiri…

5 years ago

Panduan untuk Ayah, saat Si Kecil Dirawat di NICU

Neonatal intensive care unit atau biasa disingkat NICU adalah ruang perawatan intensif bagi bayi yang…

5 years ago

Mengenal Ruang NICU, Fungsi dan Perkiraan Tarif

Tidak ada seorang ibu atau ayah yang ingin melahirkan bayi prematur. Akan tetapi, beberapa orangtua…

5 years ago

Pertanyaan seputar Vaksin Covid-19 untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Vaksinasi Covid-19 terus digencarkan pemerintah untuk mencapai kekebalan komunitas atau herd immunity. Di tengah program…

5 years ago

Depresi Pasca Persalinan, Lebih Rentan saat Pandemi Covid-19?

Masa nifas atau postpartum kerap menjadi masa yang sulit bagi ibu baru. Adaptasi, rasa sakit…

5 years ago